Niat Baik Tanpa Ilmu Bisa Fatal: Pelajari Cara Aman Penanganan Pertama Korban Tersengat Listrik

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Ilustrasi tersetrum.
Ilustrasi tersetrum.

PROKAL.CO- Dua orang pasien dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat tersengat arus listrik. Peristiwa tragis ini bermula ketika korban pertama tersengat kabel, lalu korban kedua yang berniat menolong justru ikut menjadi korban karena langsung memegang tubuh korban pertama tanpa pengaman. Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa niat baik tanpa kewaspadaan bisa berakibat fatal.

Arus listrik bukan hanya memicu luka bakar, tetapi juga dapat mengacaukan irama jantung hingga menyebabkan henti jantung dalam hitungan detik. Untuk menghindari timbulnya korban tambahan, berikut panduan pertolongan pertama yang wajib dipahami saat menghadapi situasi darurat tersengat listrik.

1. Utamakan Prinsip "Tiga Aman"

Saat melihat seseorang tersengat listrik, hal paling utama adalah memastikan Penolong Aman, Lingkungan Aman, dan baru Korban Aman. Jangan pernah menyentuh korban dengan tangan kosong jika ia masih terhubung dengan sumber listrik.

2. Putuskan Aliran Listrik

Segera matikan MCB utama, cabut colokan, atau putuskan sumber listrik jika memungkinkan. Jika aliran listrik tidak bisa dimatikan dan korban masih menempel pada sumber listrik, pisahkan korban menggunakan benda yang kering dan tidak menghantarkan listrik, seperti kayu atau plastik yang cukup panjang. Hindari penggunaan benda berbahan logam atau dalam kondisi basah.

3. Cek Respons dan Minta Bantuan

Setelah dipastikan aman dari arus listrik, cek tingkat kesadaran korban dengan menggoyangkan bahunya perlahan sambil memanggilnya. Jika tidak ada respons, segera minta orang di sekitar untuk menghubungi ambulans atau layanan medis darurat.

4. Periksa Pernapasan dan Lakukan CPR

Perhatikan napas korban. Jika korban tidak bernapas normal atau hanya megap-megap, kondisi ini harus diangga sebagai henti jantung. Bagi masyarakat awam, segera lakukan Hands-only CPR dengan menekan bagian tengah dada secara kuat dan cepat (100–120 kali per menit) tanpa terputus hingga bantuan medis tiba.

5. Penanganan Luka Bakar yang Tepat

Jika korban mengalami luka bakar akibat sengatan listrik, hindari mitos berbahaya seperti mengoleskan pasta gigi, mentega, kopi, atau salep sembarangan. Langkah yang benar adalah menyiram area luka bakar dengan air bersih mengalir selama kurang lebih 20 menit, kemudian menutupnya menggunakan kasa steril atau kain bersih.

6. Pertolongan Selama Evakuasi

Apabila akses ambulans terkendala dan korban harus dievakuasi menggunakan kendaraan pribadi, pastikan proses pemindahan dilakukan seaman mungkin. Jika korban mengalami henti jantung, tindakan CPR harus tetap dilanjutkan secara kontinu selama perjalanan menuju rumah sakit, sebab semakin lama interupsi CPR terjadi, semakin kecil peluang keselamatan korban.(*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
tersetrum listrik