JAKARTA — Anggapan bahwa kanker usus besar (kanker kolorektal) hanya menyerang kelompok lanjut usia kini resmi terbantahkan. Data medis terbaru menunjukkan pergeseran tren yang mengkhawatirkan: penyakit ini mulai bergeser menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada kelompok usia 30 hingga 40-an tahun. Bahkan, individu yang lahir setelah tahun 1990 tercatat memiliki risiko hingga empat kali lebih tinggi terkena kanker rektum dibandingkan generasi kakek-nenek mereka.
Meskipun secara keseluruhan angka kematian akibat kanker pada populasi di bawah usia 50 tahun sempat mengalami penurunan signifikan, kasus kanker kolorektal justru menunjukkan grafik yang terus meningkat sekitar 1,1 persen setiap tahunnya. Para ahli kesehatan menyoroti bahwa sebagian besar lonjakan kasus pada usia muda ini sangat erat kaitannya dengan gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari.
6 Kebiasaan dan Faktor Risiko Utama Pemicu Kanker Usus Besar
Konsumsi Daging Olahan Secara Berlebihan
Daging olahan seperti sosis, bacon, dan daging deli telah diklasifikasikan sebagai karsinogen Golongan 1 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kandungan nitrat serta zat besi heme di dalamnya dapat membentuk senyawa berbahaya yang berpotensi merusak DNA pada sel-sel dinding usus besar.
Kurangnya Asupan Serat dan Biji-bijian
Serat tidak hanya berfungsi memperlancar buang air besar. Di dalam usus, serat diolah oleh bakteri baik menjadi asam lemak rantai pendek seperti butirat. Konsumsi serat dan biji-bijian utuh secara rutin terbukti secara medis mampu menurunkan risiko kanker kolorektal secara signifikan.
Mengabaikan Kesehatan Mikrobioma Usus
Usus besar manusia dihuni oleh ekosistem mikroba yang sangat padat. Ketidakseimbangan mikrobioma dapat memicu timbulnya bakteri tertentu yang menghasilkan senyawa inflamasi atau zat genotoksik pemicu kanker. Mengonsumsi makanan fermentasi (seperti yogurt, kefir, kimchi) serta menggunakan probiotik berkualitas (multi-strain) dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem usus dan memperkuat sistem imun.
Penggunaan Antibiotik yang Tidak Bijak
Meskipun dapat menyelamatkan nyawa dari infeksi bakteri, penggunaan antibiotik secara sembarangan dapat merusak mikrobioma usus secara drastis. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa paparan antibiotik yang tidak tepat berhubungan dengan peningkatan risiko kanker kolon onset dini hingga 49 persen.
Bahaya Mengonsumsi Daging yang Hangus (BBQ)
Memasak atau memanggang daging pada suhu sangat tinggi hingga hangus dapat membentuk senyawa Heterocyclic Amines (HCAs) dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs). Senyawa kimia ini diketahui dapat memicu kerusakan DNA pada jaringan tubuh jika dikonsumsi terus-menerus.
Waspadai Gejala Awal: Jangan Tunda Pemeriksaan Medis
Para pakar mengimbau masyarakat untuk menghapus anggapan "masih terlalu muda untuk terkena kanker usus". Deteksi dini merupakan kunci utama keberhasilan penanganan medis. Publik diminta untuk segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami beberapa gejala awal berikut:
Adanya bercak darah pada tinja yang terjadi secara terus-menerus.
Perubahan pola dan kebiasaan buang air besar yang tidak berdasar (seperti diare atau sembelit berkepanjangan).
Rasa nyeri atau kram pada area perut yang tidak kunjung hilang.
Penurunan berat badan secara drastis tanpa alasan yang jelas.
Mengalami anemia akibat defisiensi zat besi. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co