TENGGARONG- Perbuatan menyimpang seorang oknum ustaz sebuah pondok pesantren di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), sebut saja inisialnya MA (30), memang bikin geleng-geleng kepala. Betapa tidak, MA yang kabarnya lulusan sebuah perguruan tinggi di Timur Tengah tersebut, hanya mengincar santri berwajah tampan serta atletis.
“Setelah diperhatikan, ternyata para korban berusia remaja 17 tahunan berstatus santri tersebut, rata-rata ganteng dan fostur tubuhnya tinggi. Kalau mau tahu gambarannya, seperti artis pria Samuel Rizal. Ya seperti itulah spek santri incaran MA yang kini sudah resmi ditahan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap sejumlah santri,” ujar Waka Polres Kukar Kompol M Aldy Harjasatya, ketika menggelar press rilis didampingi Kepala Satuan (Kasat) Reskrim AKP Ecky Widi Prawira serta Kanit Perlindangan Anak dan Perempuan (PPA), Irma Ikawati pada Jumat (15/8) siang.
Selain itu, MA juga hanya mengincar calon korbannya, adalah para santri asal luar Kukar. Sebut saja Kota Samarinda, Kota Bontang serta Sangatta, Kutai Timur (Kutim). Lebih ironis lagi, ada korban bahkan telah dilecehkan MA hingga belasan kali. Dari pengakuan tersangka, aksi cabulnya dilakukan sejak Februari 2024 sampai Agustus 2025.
“Para korban tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolak, lantaran diancam pelaku. Lagi pula seperti ada semacam doktrin kepada para santri, harus mengikuti apa saja perintah ustaz atau guru di pesantren tersebut. Meskipun begitu, tapi ada saja santri yang berhasil menghindar dari aksi cabul tersangka. Dia tidak sampai ‘digitukan’ seperti beberapa kawannya. Hanya sempat diraba-raba dan dicium,” jelas Aldy lagi.
Diberitakan sebelumnya, Sejumlah santri salah satu pondok pesantren di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kukar, didampingi masing-masing ortangtua menemui Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim, Minggu (10/8/2025) lalu. Pertemuan dilakukan tertutup, agar TRC PPA Kaltim mendapat kesaksian lengkap dari para santri yang diduga menjadi korban penyimpangan seksual seorang oknum ustaz di pesantren tersebut.
“Kami juga sudah mengambil keterangan sejumlah saksi. Termasuk asisten MA yang katanya kerab memanggil masing-masing korban supaya tidur di galeri pesantren. Meskipun sejauh ini asisten tersebut mengaku tidak mengetahui, jika MA memiliki kelainan seksual alias hanya menyukai sejenis,” ujar AKP Ecky, Kasat Reskrim Polres Kukar.
Selain membeberkan penanganan kasus dugaan cabul di pesantren Tenggarong Seberang, Polres Kukar juga menjelaskan pengungkapan aksi penipuan emas palsu di Tenggarong. Juga pengungkapan aksi pencurian genset tower serta begal viral di tanjakan Loa Duri yang berhasil ditangani Polsek Loa Janan. (idin)
Editor : Indra Zakaria