BALIKPAPAN - Tindakan kriminalitas di Kota Balikpapan memang harus menjadi perhatian dari semua pihak khususnya kepolisian. Sejumlah kriminalitas terus mengintai masyarakat, baik curanmor, begal, maupun pembunuhan. Menekan angka kriminalitas memang tidak mudah, namun aparat terus melakukan pengungkapan dan penindakan terhadap pelaku kriminal.
Meski begitu aparat kepolisian kerap mendapatkan kendala dalam melakukan pengungkapan kasus, yakni minimnya informasi serta bukti-bukti untuk mengetahui identitas pelaku. Sehingga proses penangkapan serta pencarian pelaku sering terhambat.
Menyikapi hal tersebut aparat kepolisian membangun Command Center di Mapolres Balikpapan bekerjasama dengan pemerintah kota dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan. Dalam command center ini berfungsi sebagai pemantau sudut kota melalui CCTV yang terpasang di sejumlah titik.
"Ada 54 titik, nah itu kami bekerjasama dengan Dishub, jadi CCTV nya terkoneksi di sini," kata Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Firta saat rilis akhir tahun pada Senin (31/12) lalu.
Wiwin juga mengatakan bahwa pihaknya akan menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak seperti Bank, Perhotelan dan lainnya. Yakni meminta instansi tersebut memasang CCTV dan terkoneksi di Command Center. Hal ini berguna untuk memantau setiap sudut kota yang rawan terjadi tindak kriminalitas, salah satunya bank dan perhotelan. Tidak hanya itu, rumah ibadah pun diminta dipasangi CCTV guna memantau gangguan kamtibmas.
"Tahun depan (tahun ini) kami akan MoU dengan instansi terkait. Bank hingga rumah ibadah akan dipasangi CCTV terkoneksi dengan command center," ungkapnya.
Wiwin mengaku optimis dengan adanya Command Center ini pihaknya sangat terbantu untuk mengungkap kasus kejahatan kriminal, bahkan dapat membantu memantau pelanggaran lalu lintas. "Positifnya bisa membantu mengungkap kasus," pungkasnya. (yad/yud)
Editor : amir-Amir KP