BALIKPAPAN - Kasus peretasan yang terjadi di kota Balikpapan tentu menjadi perhatian bagi warga Balikpapan. Bukan baru kali ini saja, melain sudah berkali-kali pelaku meretas nomor Whatsapp warga Balikpapan dan melakukan tindak penipuan atau pemerasa. Biasanya nomor WA yang diretas adalah mereka yang memiliki jabatan ataupun public figur. Sehingga akan sangat mudah beralasan untuk memintai sejumlah dana dengan berbagai alasan tertentu.
Kejahatan yang menggunakan kemajuan teknologi ini tentu masih sulit di ungkap. Sehingga warga diminta untuk melakukan pencegahan sejak dini agar tidak mudah menjadi korban.
Salah seorang pakar IT, yakni Mundzir mengatakan bahwa biasanya pelaku hanya membutuhkan nomor telepon targetnya saja untuk bisa di retas. Dengan berbagai macam penggunaan aplikasi atau program, pelaku yang sudah pasti faham terhadap IT ini dapat dengan mudah meretasnya. Sehingga Mundzir mengatakan warga patut waspada dan tidak sembarangan menampilkan nomor telpon di jejaring sosial.
"Pelaku ini cukup mengetahui nomor teleponnya saja terus dia pakai program atau aplikasi buat meretas. Ada banyak sekali program yang dapat meretasnya. Makanya nomor telepon itu sangat sakral banget, jadi jangan sembarangan mencantumkan nomor kita," kata Dosen Stikom yang telah berganti nama menjadi Universitas Mulia Balikpapan saat ditemui di ruangannya kemarin (23/1).
Menurut Mundzir, setiap jejaring sosial sudah dilengkapi fitur pengamanan untuk pemilik akun. Di mana ada fitur seperti verifikasi dua langkah dan notifikasi keamanan. Dua fitur ini dirasa sangat ampuh untuk mencegah pelaku bebas berselancar masuk menggunakan akun WA seseorang.
"Whatsapp itu ada sebenarnya option yang diberikan untuk menjaga keamanan para pengguna whatsapp. Ada pengaturan kemudian masuk ke akun dan ada verifikasi dua langkah. Verifikasi dua langkah ini semacam firewall nya atau meningkatkan keamanannya. Nah disitu untuk mencegah orang yang melakukan peretasan. Kalau ini sudah dilakukan insya allah tidak mudah diretas.
Mundzir mengatakan, fitur pengamanan verifikasi dua langkah memang tak banyak yang mengetahui dan mau menggunakannya. Sehingga pelaku dengan mudah meretasnya. Apalagi bila korbannya merupakan pejabat tinggi ataupun publik figur. Sehingga Mundzir meminta agar warga segera melakukan verifikasi dua langkah tersebut. Sebab menurut Mundzir kejahatan melalui teknologi IT sudah sangat diwaspadai.
"Sekarang itu sudah era nya teknologi, jadi patut di waspadai. Bahkan sekarang ada aplikasi yang bisa duplikat whatsapp, jadi ada banyak sekali modus pelaku melakukan tindakan peretasan. Jadi dari sekarang silahkan tingkatkan pengamanan akun anda, ya salah satunya verifikasi dua langkah ini," ungkapnya.
Di sisi lain Mundzir mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah memberikan nomor kontak anda kepada siapapun, baik melalui media sosial facebook, instagram dan lainnya. Bahkan Mundzir mengingatkan kepada masyarakat agar mewaspadai juga pesan broadcast yang meminta anda memasukkan nomor HP anda.
Sebab dari nomor HP saja pelaku sudah bisa menduplikat whatsapp korbannya. "Jangan mudah memberikan data diri anda kepada orang lain. Contoh ada pesan broadcast lalu anda disitu ikut-ikut mengisinya dan menyebarkan, waspada bila nomor anda sudah diketahui pelaku itu potensi di retas. Sebab cukup pakai nomor HP saja pelaku itu bisa masuk," imbau dia. (yad/yud)
Editor : amir-Amir KP