BANJARMASIN – Masih tingginya kejadian kebakaran hutan dan lahan membuat Pemprov Kalsel mengambil langkah cepat. Rencananya Pemprov Kalsel akan menaikkan status siaga darurat menjadi tanggap darurat Karhutla.
“Saat ini masih dibahas dan dirapatkan. Memang ada rencana menaikkan status darurat karena prediksi musim hujan masih lumayan lama,” beber Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin kemarin.
Selain prediksi musim hujan masih lama, udara saat ini yang sedang tidak sehat menjadi salah satu alasan. “Udara sekarang sangat tidak sehat, ini salah satu alasan lain,” tambah pria yang akrab disapa Ujud itu.
Ujud mengungkapkan, sesuai prediksi dari BMKG, musim hujan akan datang pada akhir Oktober mendatang. Tepatnya 10 hari jelang akhir bulan Oktober. “Dengan status tanggap darurat nanti semua akan dioptimalkan. Baik penanganan karhutla, hingga penanganan di sektor kesehatan,” jelasnya.
Sementara, berdasarkan data dari pihaknya, hingga 23 September tadi, luas keseluruhan lahan yang terbakar sudah mencapai 4.633,12 hektar dengan jumlah kejadian sebanyak 1.557 kali kebakaran.
Sementara untuk luas hutan yang terbakar sudah mencapai 137,05 hektare dengan 34 jumlah kejadian kebakaran hutan. Untuk daerah yang paling luas lahannya terbakar adalah Kabupaten Tanah Laut, luasnya mencapai 938,25 hektar. Disusul Banjar dengan luas lahan 843,12 hektar dan Tapin seluas 679,44 hektar.
Sedangkan daerah yang kawasan hutannya terbakar paling banyak terdapat di Kabupaten Banjar seluas 61 hektar, disusul Balangan seluas 36,1 hektar dan Tanah Laut seluas 14 hektar.
Ujud menerangkan, kejadian karhutla tahun ini luasnya sudah melebihi tahun 2018 lalu yang hanya sekitar 3 ribu hektar. Tahun ini, sampai 23 September tadi, kejadian karhutla sudah mencapai 6.190,12 hektar. “Luas hutan dan lahan yang terbakar sepanjang tahun ini sudah lebih luas dibandingkan dengan tahun lalu,” sebutnya.
Seperti diketahui, dana untuk penanggulangan karhutla di Kalsel, pemerintah pusat mengucurkan anggaran tak sedikit. Nilainya mencapai Rp1,2 miliar. Itu belum anggaran melalui APBD Kalsel yang nilainya mencapai Rp600 juta. Untuk menanggulangi karhutla di Kalsel, sebanyak 1.200 aparat TNI AD dan 300 aparat kepolisian dari Jakarta dikirim ke Kalsel. (mof/tof/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin