"Korban terlihat dan ditemukan tergeletak di dalam rumah tetangga inisial SU. Kondisi kepala mengalami luka bersimbah darah," jelasnya. Mengetahui hal tersebut kemudian istri korban meminta bantuan kepada warga untuk membawa Darman ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
"Tetapi setelah diperiksa oleh warga yang saat itu datang bahwa korban telah meninggal dunia. Jasadnya dibawa ke RS Damanhuri untuk dilakukan pemeriksaan visum," pungkasnya.
Anak durhaka pembunuh ayah kandung itu, ZI (25) ditangkap di kabupaten tetangga. Pelaku ditangkap bersama barang bukti. Berupa senjata tajam jenis dodos (alat untuk memanen buah sawit) dan kayu ulin yang dilakukan untuk menganiaya korban.
Ia diringkus ketika sedang duduk-duduk di depan sebuah sekolah dasar (SD) di Desa Pawalutan, Banjang, Hulu Sungai Utara. Informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin, ZI adalah anak kelima dari tujuh bersaudara. Tidak memiliki pekerjaan tetap alias serabutan. "Orangnya biasa-biasa aja," kata tetangga pelaku, Wahyudi.
Ia tidak pernah melihat pelaku seperti orang yang depresi atau menderita gangguan mental. ZI bisa membaur ke tengah pergaulan masyarakat. Wahyudi menduga pelaku ingin menjual kambing lantaran tidak memiliki uang.
"Sehari-hari dia kerja mencari rumput untuk makan kambing. Dan kambingnya memang untuk dijual," ujarnya. (*)