"Pengakuannya tidak menggunakan kekerasan atau menggunakan senjata tajam," ujarnya. Selain memeriksa Ilyas. Polisi juga memanggil orangtuanya untuk menjelaskan kondisi kejiawaan Ilyas, karena hasil observasi selama pemeriksaan dilakukan. Ilyas tampak sering melamun dan meracau.
"Dan dari keterangan orangtuanya disebutkan bahwa dia memang diduga mengidap gangguan kejiawaan, tetapi tidak pernah dibawa berobat lantaran terkendala masalah biaya," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, aksi pemalakan Ilyas menghebohkan publik setelah rekaman perbuatannya viral di media sosial. Kejadian pemalakan terjadi pada Selasa pagi (1/10) lalu. Dalam rekaman video 13 detik yang diambil korbannya menggunakan kamera ponsel. Ilyas dengan bangga mengaku sebagai "Ketua Jalanan". Sehingga ucapannya itu memicu gelak tawa bagi yang mendengar.
Aksi pemalakan yang viral itupun direspons cepat Polsek Palaran, yang berhasil mengamankan Ilyas beberapa jam kemudian di daerah Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar).(oke)