Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Tragis: Pria di Balikpapan Tak Sengaja Tikam Sahabat hingga Tewas, Ini Pengakuan Terdakwa di Persidangan

Indra Zakaria • 2024-11-26 12:03:15
MENYESAL: Terdakwa DF menangis saat memberikan keterangan di pengadilan atas kasus pembunuhan yang menjeratnya. (MOESO/BALPOS)
MENYESAL: Terdakwa DF menangis saat memberikan keterangan di pengadilan atas kasus pembunuhan yang menjeratnya. (MOESO/BALPOS)

PROKAL.CO, Seorang pria berinisial DF yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan akibat salah sasaran tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan pembelaan di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Senin (25/11).

DF mengungkapkan bahwa korban penikaman tersebut adalah sahabatnya sendiri, teman yang telah dikenalnya sejak kecil.

“Saya bersahabat dengan almarhum sejak kecil. Bahkan malam itu, kami berangkat bersama ke tempat hiburan menggunakan mobilnya. Korban bukanlah orang yang saya tuju untuk ditikam,” ujar DF sembari menangis di ruang sidang.

Kronologi Kejadian di Tempat Hiburan Malam

Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu, 14 Juli 2024, sekitar pukul 04.00 WITA, di sebuah tempat hiburan malam (THM) di salah satu hotel kawasan Jalan Ruhui Rahayu, Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan.

Saat itu, DF terlibat keributan dengan sekelompok orang tak dikenal. Ia dikeroyok hingga mengalami luka serius di wajah, telinga, dan mata akibat hantaman benda tumpul berupa double stick besi.

Dalam keadaan panik dan terluka, DF secara refleks mencabut badik dari pinggangnya untuk membela diri.

Namun, karena penglihatannya terganggu akibat luka dan pembengkakan di sekitar matanya, ia tak dapat melihat jelas siapa yang berada di dekatnya. Sayangnya, tusukan badik tersebut justru mengenai dada sahabatnya sendiri.

Pengakuan Terdakwa di Persidangan

“Saat itu terjadi keributan di THM, almarhum mengajak saya pulang untuk menghindari masalah. Namun, ketika kami berada di luar, saya disergap dan dipukul menggunakan double stick. Kepala saya pusing, mata bengkak, telinga berdarah, dan penglihatan saya terganggu. Karena refleks, saya mencabut badik untuk membela diri, tapi baru sadar setelahnya bahwa yang terkena tikaman adalah sahabat saya sendiri,” ungkap DF penuh penyesalan di depan hakim.

Setelah menyadari bahwa yang ia tikam adalah sahabatnya, DF mengaku amarahnya semakin memuncak.

Ia pun mengejar para pelaku pengeroyokan dan berhasil menusuk dua orang yang dianggapnya sebagai bagian dari kelompok tersebut.

“Saya menutup mata sahabat saya setelah mengetahui ia menjadi korban. Saya benar-benar marah dan mengejar para pengeroyok, hingga dua orang berhasil saya tikam,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi tragedi yang menyakitkan bagi DF, yang kini harus menghadapi konsekuensi hukum atas perbuatannya.

Tangisan dan ungkapan penyesalannya menjadi saksi betapa dalamnya rasa kehilangan akibat insiden fatal tersebut.

Editor : Indra Zakaria
#balikpapan #salah sasaran #pembunuhan #tempat hiburan malam