Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Aksi Bobol Toko Gagal Romantis: Ketangkap Mencuri di Samarinda lalu Dikejar Warga, Suami Lari tapi Istri Ketinggalan

Redaksi Prokal • 2026-02-07 09:59:01
BOBOL. Pamapta Polresta Samarinda mengamankan seorang perempuan  dengan barang bukti rokok dan uang hasil curian suaminya yang kabur. (kis)
BOBOL. Pamapta Polresta Samarinda mengamankan seorang perempuan dengan barang bukti rokok dan uang hasil curian suaminya yang kabur. (kis)

Kisah cinta Hendra dan Nisa asal Balikpapan ini sepertinya perlu direvisi total. Alih-alih menjadi pasangan sehidup semati ala Bonnie and Clyde, mereka justru memerankan drama "Lari Selamatkan Diri Sendiri" di Jalan Mulawarman, Samarinda Kota, Jumat pagi (6/2/2026). Hendra, sang suami yang tampaknya memiliki bakat lari maraton mendadak, sukses membobol sebuah toko dan menggasak rokok serta uang tunai. Namun, saat warga mulai mengeluarkan jurus teriakan maut, nyali Hendra seketika menciut dan kaki seribu miliknya bekerja lebih cepat daripada rasa setianya.

Lucunya, saking paniknya melihat massa yang mulai mengejar, Hendra lupa bahwa ia tidak sedang ikut lomba lari estafet. Ia kabur tunggang langgang meninggalkan sepeda motornya, kantong barang curian, dan yang paling dramatis: istrinya sendiri. Nisa yang masih nangkring di atas motor hanya bisa melongo saat melihat "pangerannya" menghilang di tikungan tanpa menoleh sedikit pun. Niat hati ingin jadi asisten pencuri yang kalem, Nisa malah berakhir jadi "maskot" tertinggal yang diamankan warga dengan mudah.

Kepada polisi, Nisa mengaku hanya disuruh menunggu dan sama sekali tidak tahu kalau suaminya sedang "belanja gratis" di dalam toko. Pengakuan yang cukup klasik ini tentu saja tidak langsung membuat petugas percaya, apalagi ditemukan tas misterius di dalam jok motor mereka. Kini, Nisa harus rela menginap di hotel prodeo Polsekta Samarinda Kota, sementara sang suami, Hendra, masih dicari polisi dan mungkin sedang sibuk mencari alasan baru kalau nanti mereka bertemu lagi di kantor polisi.

Sepertinya Hendra perlu belajar lagi bahwa dalam janji pernikahan itu ada poin "susah senang bersama," bukan "susah kamu yang tanggung, senang aku yang lari." (*)

Editor : Indra Zakaria