PANGKALAN BUN – Tabir gelap di balik hilangnya Agata Baoksuni, karyawan lepas di Afdeling 16 PT Bangun Jaya Alam Permai (BJAP) 2, Desa Kerabu, Arut Utara, akhirnya terungkap secara tragis. Sang suami, Nikson Toto, resmi ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam aksi pembunuhan keji yang menggemparkan warga Kotawaringin Barat (Kobar) tersebut.
Motif di balik tindakan sadis ini pun mulai benderang. Berdasarkan pengakuan tersangka kepada penyidik, peristiwa maut itu dipicu oleh cekcok rumah tangga yang hebat. Pertengkaran yang tidak terkendali membuat pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini kalap dan tega menghabisi nyawa istrinya sendiri dengan cara yang sangat kejam.
Usai melampiaskan kemarahannya, Nikson Toto mencoba menghilangkan jejak dengan mengubur jasad Agata di area belakang perumahan karyawan. Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terkubur di lubang dangkal dengan kedalaman hanya sekitar 30 sentimeter.
Segera setelah perbuatannya terendus, Nikson melarikan diri ke tengah hutan. Pengejaran tersangka tidak berjalan mudah; tim gabungan yang terdiri dari Jatanras Ditreskrimum Polda Kalteng, Resmob Polres Kobar, Sukamara, hingga Lamandau, harus menyisir hutan belantara di beberapa desa dengan medan yang sangat berat.
Pelarian Nikson berakhir pada Sabtu (25/4) setelah polisi mendeteksi keberadaannya di sebuah pondok milik warga di jalan lintas kabupaten, Desa Ajang, Kecamatan Permata Kecubung, Sukamara. Namun, saat hendak dibekuk, tersangka kembali mencoba melawan dan berusaha kabur dari kepungan petugas.
"Petugas terpaksa melakukan tindakan terukur dengan melumpuhkan pelaku dengan tembakan di bagian kaki karena ia berusaha memberikan perlawanan," tegas Kapolres Kobar AKBP Theodorus Priyo Santosa melalui Kasatreskrim AKP M Fachrurrozi.
Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti maut yang digunakan tersangka untuk menghabisi nyawa istrinya, yakni berupa sebuah palu dan sebilah parang. Saat ini, Nikson Toto telah digelandang ke Mapolres Kobar untuk menjalani pemeriksaan intensif.
"Saat ini pelaku telah kami amankan dan sedang dilakukan pemeriksaan mendalam untuk menggali lebih jauh terkait motif dan detail kejadian tersebut," pungkas AKP M Fachrurrozi. (*)
Editor : Indra Zakaria