SAMARINDA — Aksi penembakan brutal menggunakan senapan angin menggemparkan warga Jalan Karya Baru, RT 09, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara. Pihak kepolisian dari Polsekta Sungai Pinang kini mulai mengungkap motif di balik tindakan nekat yang dilakukan oleh LA (46) terhadap tetangganya sendiri, Rusli (47).
Kapolsekta Sungai Pinang, AKP Aksaruddin Adam, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden berdarah ini diduga kuat dipicu oleh konflik lama terkait pengelolaan lahan parkir di salah satu gerai makanan di kawasan Jalan KH Wahid Hasyim.
Kronologi kejadian bermula saat pihak kepolisian menerima laporan dari warga mengenai adanya keributan besar yang berujung pada aksi penembakan. Beruntung, saat itu personel Polsekta Sungai Pinang sedang berada tidak jauh dari lokasi sehingga bisa langsung merespons cepat dan mengamankan situasi.
Akibat penembakan tersebut, korban yang bernama Rusli mengalami luka tembak di bagian paha. Peluru yang dilepaskan oleh pelaku bahkan bersarang di dalam tubuh korban, sehingga ia harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis intensif dan operasi pengangkatan proyektil.
Selain mengevakuasi korban, polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senapan angin yang digunakan oleh pelaku. Untuk memastikan spesifikasi dan kaliber senjata tersebut, penyidik akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui laboratorium forensik.
Mengenai akar permasalahan lahan parkir, AKP Aksaruddin membeberkan bahwa area parkir tersebut awalnya dikelola oleh LA. Namun, setahun yang lalu LA harus mendekam di dalam penjara akibat terlibat perkara hukum lain. Selama LA menjalani masa tahanan, pengelolaan lahan parkir dialihkan kepada Rusli. Konflik mulai memanas setelah LA menghirup udara bebas dan kembali menuntut hak pengelolaan parkir tersebut, hingga memicu cekcok mulut yang berujung pada aksi penembakan.
Situasi kian diperparah karena pelaku diduga kuat berada di bawah pengaruh minuman keras saat melancarkan aksinya. Sesaat setelah menembak Rusli, LA sempat mencoba melarikan diri dari lokasi kejadian. Naas bagi pelaku, warga yang mengetahui aksi kriminal tersebut langsung melakukan pengejaran hingga sejauh 500 meter.
Ketika petugas kepolisian tiba di tempat pelarian, LA ditemukan sudah dalam kondisi luka cukup serius akibat menjadi sasaran amukan massa yang geram dengan perbuatannya. Berdasarkan catatan kepolisian, LA sendiri diketahui merupakan seorang residivis yang sudah beberapa kali keluar masuk penjara.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pengembangan kasus dan memburu dua pria lain yang diduga kuat menemani pelaku saat kejadian, berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) dan keterangan saksi di lokasi. Proses pemeriksaan lanjutan dan penentuan langkah hukum baru akan dilakukan setelah kondisi pelaku maupun korban sudah dinyatakan membaik oleh tim medis.(*)
Editor : Indra Zakaria