Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Bejaguran Entertainment 2025 Digelar 20-21 Juni Mendatang di Tenggarong, Media Menyalurkan Bakat dan Adrenalin

Elmo Satria Nugraha • 2025-06-09 15:06:03
Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni (Elmo/Prokal.co)
Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni (Elmo/Prokal.co)

TENGGARONG – Kompetisi olahraga rakyat berupa ajang bertarung adu ketangkasan bertajuk Bejaguran di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan kembali digelar tahun 2025 ini. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar menetapkan pelaksanaan Bejaguran Entertainment 2025 ini di tanggal 20 dan 21 Juni mendatang, di Taman Tanjong Tenggarong.

Event Bejaguran ini sendiri diangkat dari Bahasa Kutai yang berarti “Berkelahi”. Melalui Bejaguran, Dispora Kukar bersama Asosiasi Olahraga Kombat Indonesia (AOKI) mendorong adu ketangkasan secara sportif untuk menyalurkan energi dan bakat secara positif. Yang tentunya difasilitasi dan diatur secara profesional.

Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni mengatakan, pihaknya mendorong agar event Bejaguran ini sebagai ajang inspirasi pemuda menyalurkan bakat mereka. Ia menegaskan, Bejaguran bukan sekedar pertarungan fisik. Namun menjadi wadah pembinaan mental, kedisiplinan, dan sportivitas.

“Bejaguran telah menjadi identitas olahraga masyarakat Kukar yang harus terus kita dorong selama beberapa tahun terakhir ini. Terbukti dari kegiatan ini pemuda mendapat tempat untuk menyalurkan adrenalin dengan cara yang tertib dan terorganisir,” ungkap Ali.

Berbeda dengan tinju profesional yang memiliki aturan lebih ketat, bejaguran hadir dengan pendekatan lebih inklusif. Ali menyebut siapa saja bisa mengikutinya, selama mereka dapat memahami peraturan dasar dan siap bertanding secara sehat di ring resmi.

Ali juga memastikan pertandingan resmi ini dilengkapi wasit dan juri yang profesional pada bidangnya. Taman Tanjong juga terpilih sebagai venue Bejaguran, dengan tujuan mengenalkan ruang publik baru yang diproyeksikan sebagai ikon wisata di Kota Raja.

“Kami juga ingin menjadikan Taman Tanjong sebagai pusat kegiatan olahraga dan rekreasi. Ini adalah upaya mengenalkan Kukar sebagai daerah yang kaya akan potensi wisata sekaligus mendukung pembinaan atlet dari tingkat akar rumput,” jelasnya.

Selain menjadi ajang menyalurkan bakat, Ali menyebut Bejaguran menjadi langkah preventif potensi konflik di kalangan pemuda. Dengan suasana kompetisi yang teratur dan diawasi tenaga profesional. Pemkab Kukar bersama AOKI mendorong Bejaguran sebagai media penyaluran emosi dan penyelesaian sengketa secara sehat.

“Daripada saling bermusuhan di jalan, lebih baik diselesaikan di atas ring, dengan aturan dan penghargaan terhadap lawan. Kami ingin Bejaguran ini menjadi media positif untuk hal-hal negatif,” tutup Ali. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria