Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Bupati Kukar Resmikan Jembatan Sei Jongkang; Jadi Puncak Pembangunan Jalur Alternatif Tenggarong-Samarinda

Elmo Satria Nugraha • 2025-11-03 14:36:23
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama jajaran dan warga Desa Jongkang, Loa Kulu pasca meresmikan jembatan (Elmo/Prokal.co)
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama jajaran dan warga Desa Jongkang, Loa Kulu pasca meresmikan jembatan (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Dahulu, banyak rencana-rencana pembangunan strategis Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar). Beberapa di antaranya adalah pembangunan bandara, sampai dengan pembukaan jalan penghubung kota. Hal ini dikarenakan lokasi strategisnya yang berdekatan dengan Kota Samarinda—namun sayang, puluhan tahun berlalu rencana ini hanya menjadi wacana.

Sampai dengan tahun 2025 ini, peradaban sudah mulai berkembang di kawasan tersebut. Jalan yang dulu hanya menjadi lalu lalang kendaraan berat, susah dilalui apabila hujan—kini telah bertransformasi menjadi jalan poros yang sangat layak. Penuh semenisasi sepanjang 10 kilometer, dan diterangi Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang difasilitasi Pemkab Kukar.

Finishing dari infrastruktur konektivitas yang didambakan masyarakat ini adalah peresmian Jembatan Sei Jongkang—yang baru diresmikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri hari Senin (3/11) pagi tadi. Aulia meresmikan jembatan ini bersama Sultan Aji Muhammad Arifin, jajaran pemerintah, didampingi warga Desa Jongkang.

“Memang kawasan Jongkang ini tengah kami kembangkan menjadi kawasan strategis baru. Karena mereka adalah jalur perlintasan logistik yang bisa memotong waktu tembus Kota Samarinda dan Balikpapan lebih cepat,” ungkap Aulia usai pembacaan doa dan peresmian jembatan.

Melalui jalur normal, waktu dan jarak tempuh dari Tenggarong menuju Samarinda maupun Balikpapan terpotong signifikan. Yang sebelumnya ke Samarinda bisa memakan waktu satu jam, melalui jalur Jongkang hanya setengah jam. Proyek pembangunan jalan ini telah dimulai sejak tahun 2021 secara bertahap, sejak masa kepemimpinan Edi Damansyah dan Rendi Solihin.

Di tahun 2025 ini, pembangunan jalur Samarinda-Tenggarong di Jongkang sudah rampung. Dan Aulia berharap kehadiran jalur alternatif yang dibangun pemerintah ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat. Sekaligus mengembangkan perekonomian lokal, karena telah menjadi jalur logistik.

“Nanti akan kita rencanakan juga pembangunan jalan hingga ke kawasan Jembatan Mahulu di Loa Buah. Yang utama kita selesaikan dulu jalur Jongkang ini sehingga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Aulia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar Wiyono mengatakan bahwa jalur dari jembatan Sei Jongkang hingga perbatasan Kota Samarinda ada sekitar 10 kilometer. Untuk jembatan ini sendiri telah 13 tahun tidak diperhatikan, dan di tahun 2025 ini Pemkab Kukar mengalokasikan Rp14,9 Miliar ini.

Sekarang jembatan ini sudah dua jalur, tidak lagi satu jalur melalui jembatan bailey yang dibangun Dinas PU Kukar. Sejalan dengan komitmen Pemkab Kukar untuk mengembangkan ekonomi daerah, dimulai dengan meningkatkan infrastruktur konektivitas.

“Dengan selesainya jalanan ini juga membuka isolasi daerah, sehingga perkembangan ekonomi semakin tinggi. Kita lihat di pinggir-pinggir jalan, warga sudah menguruk tanah mereka. Nanti ada juga pusat ekonomi daerah, dan ini akan mensupportnya,” tutupnya. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria