PROKAL.CO, TENGGARONG – Ban motor yang panas itu berhenti berputar, seiring dengan menghilangnya suara mesin yang terdengar sedikit berat akibat penggunaan berlebihan setiap harinya. Iscyah menurunkan standarnya, dengan jaket hijau bertuliskan Grab—ia menyusul temannya pada peresmian Kedai Ojol yang terletak di Pos Kumala, Jalan KH Akhmad Mukhsin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kedai Ojol ini adalah inovasi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Kukar, dalam menghidupkan Pos Kumala—sekaligus memfasilitasi tempat bernaung bagi para pasukan ojek online (Ojol). Lengkap dengan warung kopi, wi-fi, sampai dengan alat perkakas dan tambal ban. Kedai ini resmi beroperasi per hari Selasa (4/11) ini, dihadiri puluhan ojol dari aplikator Gojek, Grab dan Maxim.
“Alhamdulillah kami berterima kasih kepada Polres Kukar karena telah memfasilitasi kedai ini. Semoga dapat memperkuat silaturahmi antar kami para ojol dan juga dengan kepolisian,” tutur Iscyah.
Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar mengatakan bahwa kedai ini bertujuan untuk menjadi tempat memperkuat tali silaturahmi Polri antar masyarakat, khususnya ojol. Adapun Khairul meminta kerja sama dengan ojol, untuk ikut membantu Polri bertugas menjaga maupun mencegah potensi yang mengganggu Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sebagai sosok yang setiap harinya di tengah masyarakat.
“Kami ingin ada interaksi di kedai ini, sehingga tercipta early warning system di masyarakat. Karena teman-teman ojol ini yang bisa melihat, mendengar situasi langsung yang ada di jalan dan tengah masyarakat,” ujar Khairul.
Khairul mempersilahkan para ojol maupun masyarakat yang hendak ke kedai ini—gratis tanpa pungutan biaya. Entah untuk ngopi, untuk istirahat, maupun untuk menambah angin dengan alat yang disiapkan. Polres Kukar berkomitmen agar para ojol ini dapat mengoptimalkan kehadiran kedai ini sebagai pelayan masyarakat.
“Kami juga ingin teman-teman ojol ini bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, menciptakan berkendara yang baik dan sesuai aturan sehingga bisa dicontoh masyarakat lain. Semua fasilitas kami siapkan, bisa makan, bisa interaksi dengan Polri,” tutup Khairul.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres AKP Ahmad Fandoli menyebut sejatinya kedai ini adalah dari ojol untuk ojol. Meski mereka memiliki komunitas dengan pos masing-masing—kedai ini diharapkan menjadi tempat bernaung. Tidak ada sekat antar komunitas maupun aplikator, tetapi tempat berbagi, melaporkan kejadian dan memperkuat sinergi antar ojol dan Polri.
“Makanan, minuman dan kopi ada di sini, bengkel kami sediakan juga kunci-kunci, tambah angin maupun tambal ban. Operasinya dari pagi sampai malam, masyarakat juga dipersilahkan datang,” tandasnya. (moe)
Editor : Indra Zakaria