TENGGARONG – Berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang disepakati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada rapat paripurna, Senin (25/8) kemarin. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar tahun 2026 nanti diproyeksikan bernilai Rp7,5 triliun.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan bahwa proyeksi ini adalah kesepakatan bersama, dan memang angka ini adalah sebuah penurunan. Sebagaimana tahun 2024 lalu, Pemkab-DPRD Kukar telah menyepakati APBD 2025 senilai Rp12 triliun. Namun di awal tahun mengalami penyesuaian menjadi Rp11,6 triliun.
“Ini menjadi PR besar bagi kita untuk lebih fokus lagi melihat item belanja di APBD 2026 kita,” ungkap Aulia.
Aulia menyebut, Kukar Idaman Terbaik yang merupakan visi misi kepemerintahannya bersama Rendi Solihin memiliki 17 program prioritas. Namun ia memastikan, pemerintah tetap berkomitmen mengoptimalkan program tersebut dengan anggaran yang ada. Dengan catatan, memprioritaskan program yang menyentuh langsung ke masyarakat.
Untuk tahun 2026 nanti, Pemkab Kukar sebut Aulia akan fokus pada infrastruktur, penguatan fiskal di tingkat Rukun Tetangga (RT) melalui Rp150 juta per RT, perlindungan sosial, hingga pendidikan. Dalam konteks infrastruktur, perbaikan jalan, penyelesaian Gedung Inspektorat Kukar hingga lanjutan Jembatan Sebulu akan menjadi prioritas.
“Kita tidak ingin ada KDP (Kegiatan Dalam Pekerjaan, red) yang belum selesai. Termasuk perlindungan sosial janji kami memastikan seluruh masyarakat Kukar terjamin kesehatannya melalui BPJS Kesehatan, penggratisan SD dan SMP sesuai keputusan MK itu menjadi perhatian kita,” lanjut Aulia.
Beberapa kebijakan seperti pertanian, pariwisata dan industri hijau juga akan tetap dijalankan. Sesuai dengan marwah Kukar Idaman Terbaik, Aulia pastikan bahwa pemerintah akan mengoptimalkan berbagai program untuk masyarakat. Juga menunaikan janji-janji politiknya, terkhusus yang dalam waktu dekat ini Rp150 juta per RT yang telah disosialisasikannya ke kecamatan-kecamatan.
“Saat ini kita sedang menyusun RPJMD untuk Kukar Idaman Terbaik. Jadi ibarat gas terlalu kencang di awal, melihat anggaran akan kita sesuaikan lagi. Mungkin program itu akan ditukar-tukar prioritasnya. Kita juga mulai keliling bertemu dengan RT membahas Kukar Idaman Terbaik,” tutup Aulia. (moe)
Editor : Indra Zakaria