PROKAL.CO, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersiap menghidupkan Taman Pujasera Tenggarong sebagai ruang baru pengembangan UMKM. Menjelang peresmian yang ditargetkan berlangsung pada April 2026, Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM) Kukar memastikan pendaftaran tenant akan dibuka secara terbuka untuk seluruh pelaku usaha di Kukar.
Kepala Bidang Pengembangan UKM DiskopUKM Kukar, Fathul Alamin, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum melakukan pendataan tenant. DiskopUKM memilih membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendaftar, sebelum dilakukan proses seleksi dan kurasi produk.
“Pengisian tenant belum kami lakukan. Nanti pendaftarannya dibuka secara terbuka untuk umum. Siapa pun pelaku UMKM boleh mendaftar, kemudian akan kami seleksi dan kurasi sesuai skema yang ditetapkan,” ujar Fathul, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, pengumuman resmi pendaftaran tenant akan disampaikan melalui berbagai kanal media sosial, mulai dari akun Instagram Pemkab Kukar, Prokom Kukar, hingga akun resmi DiskopUKM Kukar. Langkah ini dilakukan agar informasi dapat diakses secara luas oleh masyarakat.
DiskopUKM Kukar menargetkan Taman Pujasera mulai beroperasi secara bertahap pada April mendatang. Dua bulan ke depan, kata Fathul, akan difokuskan untuk menyelesaikan seluruh persiapan teknis dan nonteknis.
“Target operasionalnya bulan April. Untuk sementara ini kami rencanakan soft opening terlebih dahulu, sambil melihat kesiapan keseluruhan,” jelasnya.
Selain membuka ruang bagi pelaku UMKM umum, Taman Pujasera Tenggarong juga akan diisi oleh pedagang Pasar Seni. Hal ini seiring rencana revitalisasi Pasar Seni yang akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum.
“Terkait pedagang Pasar Seni, memang ada arahan untuk mencarikan alternatif relokasi. Salah satunya ke kawasan Taman Kota atau Pujasera,” ungkap Fathul.
DiskopUKM Kukar sebelumnya telah melakukan pendataan terhadap pedagang Pasar Seni yang masih aktif. Data tersebut akan menjadi dasar penempatan sementara bagi pedagang selama proses revitalisasi berlangsung.
“Kami sudah mendata pedagang yang masih aktif, khususnya di Pasar Seni. Mereka nantinya juga akan mengisi Pujasera,” tambahnya.
Dengan skema pendaftaran terbuka dan kurasi produk, Pemkab Kukar berharap Taman Pujasera Tenggarong tidak hanya menjadi pusat kuliner dan UMKM, tetapi juga ruang publik yang tertata, representatif, dan mampu menggerakkan ekonomi lokal. (moe)
Editor : Indra Zakaria