Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Terbawa Arus Usai Cucian di Pinggir Mahakam, Warga Samarinda Ditemukan Tak Bernyawa di Loa Kulu

Elmo Satria Nugraha • Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:04 WIB
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jasad Johansyah yang dilaporkan tenggelam selama tiga hari (Istimewa)
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jasad Johansyah yang dilaporkan tenggelam selama tiga hari (Istimewa)
 
TENGGARONG – Menghilangnya seorang pria di tepian Sungai Mahakam, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), akhirnya terungkap. Setelah sempat dicari selama dua hari, Johansyah (54), warga Samarinda, ditemukan meninggal dunia di aliran sungai pada Sabtu (16/5/2026).
 
Sebelum ditemukan, keberadaan korban sempat memicu kepanikan keluarga dan warga sekitar. Pasalnya, Johansyah tak kunjung pulang setelah pergi mencuci pakaian di kawasan Pasiran, Desa Loa Kulu Kota, Kamis (14/5/2026) sore.
 
Di lokasi terakhir korban terlihat, warga hanya menemukan sandal dan pakaian cucian yang tertinggal di tepi Sungai Mahakam. Temuan itu kemudian memunculkan dugaan korban jatuh lalu terseret arus sungai.
 
Operasi pencarian pun langsung dilakukan tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kukar, Pos SAR Samarinda, aparat kepolisian, relawan hingga masyarakat sekitar.
 
Penyisiran dilakukan sejak pagi menggunakan armada air di sejumlah titik aliran Sungai Mahakam. Petugas sempat mengalami kendala akibat arus sungai yang cukup kuat.
 
Koordinator Lapangan BPBD Kukar, Eko Suryawinata, mengatakan korban akhirnya ditemukan tidak jauh dari lokasi awal diduga tenggelam. Lebih tepatnya sekitar 893 meter dari lokasi dilaporkan tenggelam.
 
“Korban telag ditemukan dalam kondisi meninggal dunia usai proses pencarian oleh tim gabungan selama tiga hari,” ujarnya.
 
Johansyah diketahui merupakan warga Jalan S. Riyadi Gang 4, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.
 
Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung dibawa menuju rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan.
 
Insiden tersebut kembali menambah daftar kecelakaan di aliran Sungai Mahakam yang kerap terjadi saat warga beraktivitas di tepian sungai. Petugas pun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas seorang diri maupun ketika kondisi arus sungai sedang deras. (moe)
Editor : Indra Zakaria
#kutai kartanegara