Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Siswi Pedalaman Kukar Lolos Seleksi Paskibraka Nasional, Julita Siap Harumkan Kaltim di Jakarta

Elmo Satria Nugraha • Senin, 18 Mei 2026 | 16:32 WIB
Julita (paling depan), siswi SMAN 1 Tabang yang lolos seleksi Paskibraka Nasional (Istimewa)
Julita (paling depan), siswi SMAN 1 Tabang yang lolos seleksi Paskibraka Nasional (Istimewa)
PROKAL.CO, TENGGARONG – Dari wilayah pedalaman Kutai Kartanegara (Kukar), seorang siswi 15 tahun berhasil menembus seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026. Julita Rista Lestari, pelajar SMA Negeri 1 Tabang, kini menjadi satu-satunya wakil Kukar yang akan membawa nama Kalimantan Timur ke tahap seleksi nasional di Jakarta.
 
Pencapaian itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Julita. Siswi kelas X tersebut mengaku tak pernah menyangka langkahnya bisa sejauh ini hingga bersaing di tingkat nasional.
 
“Perasaan saya pastinya senang, bangga, dan terharu sama pencapaian diri saya sendiri. Kalau bukan karena Tuhan, saya tidak bisa berada di posisi ini,” ujarnya belum lama ini.
 
Perjalanan Julita menuju seleksi nasional bukan hal mudah. Pelajar asal Kecamatan Tabang itu harus melewati tahapan seleksi mulai tingkat kabupaten di Tenggarong hingga provinsi di Samarinda.
 
Ketertarikannya menjadi anggota paskibraka ternyata sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Saat itu, ia terpukau melihat kekompakan pasukan pengibar bendera saat upacara 17 Agustus di sekolahnya.
 
“Waktu itu saya lihat kakak kelas yang pengibaran bendera keren banget dan kompak. Dari situ saya berpikir kalau saya harus bisa lebih dari mereka,” katanya.
 
Tekad itu kemudian dibuktikan lewat latihan disiplin yang dijalani selama berbulan-bulan. Julita mengaku harus membagi waktu antara sekolah, latihan fisik, hingga mempersiapkan kemampuan public speaking dan bahasa Inggris.
 
“Persiapan yang paling berat itu latihan fisik, karena harus disesuaikan juga dengan jadwal sekolah,” ungkapnya.
 
Meski berasal dari wilayah yang jauh dari pusat kabupaten, Julita mengaku mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah selama proses seleksi berlangsung.
 
Ia menyebut pemerintah kecamatan hingga kabupaten ikut membantu kebutuhan transportasi, pembekalan, tempat tinggal hingga asupan gizi selama menjalani karantina dan latihan.
“Dari kecamatan difasilitasi kendaraan dan uang saku waktu seleksi ke Tenggarong. Dari Kukar juga sudah disiapkan pembekalan, mes, latihan, sampai gizi dan makanan. Public speaking juga disiapkan,” tuturnya.
 
Di balik keberhasilannya, Julita mengaku doa dan dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar untuk tetap bertahan menghadapi tekanan seleksi.
 
“Kalau support dari orang tua, mereka selalu dukung saya. Kalau ada yang kurang pasti disiapkan. Mereka juga selalu kasih doa dan semangat,” katanya.
 
Kini, Julita bersiap menghadapi tahapan seleksi nasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada pertengahan Juni mendatang.
 
Ia berharap dapat terus meningkatkan kemampuan dan memberikan hasil terbaik untuk membawa nama Kukar dan Kalimantan Timur di tingkat nasional.
 
“Harapan saya ke depan bisa memperbaiki diri lagi dari kekurangan sebelumnya. Supaya nanti di seleksi nasional bisa memberikan yang terbaik,” harap Julita penuh optimisme. (moe)
Editor : Indra Zakaria
#kutai kartanegara