Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Hewan Kurban di Kukar Sehat dan Aman Dikonsumsi, Berikut Penjelasan Dokter Hewan

Elmo Satria Nugraha • Senin, 25 Mei 2026 | 19:18 WIB
Sapi kurban yang telah ditandai sehat oleh Distanak Kukar (Elmo/Prokal.co)
Sapi kurban yang telah ditandai sehat oleh Distanak Kukar (Elmo/Prokal.co)
 
PROKAL.CO, TENGGARONG – Pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Kutai Kartanegara (Kukar) terus diperketat menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar memastikan sapi dan kambing yang dijual ke masyarakat benar-benar sehat dan aman dikonsumsi.
 
Salah satu pemeriksaan dilakukan di kawasan penjualan hewan kurban di Jalan Lais, Kelurahan Timbau, Tenggarong, Senin (25/5/2026). Petugas veteriner dan dokter hewan tampak memeriksa langsung kondisi fisik sapi yang akan dijadikan hewan kurban.
 
Dokter hewan Distanak Kukar, Gunawan Nanang menjelaskan, pemeriksaan dilakukan melalui dua tahapan, yakni antemortem sebelum penyembelihan dan postmortem setelah hewan dipotong.
 
“Untuk sapi kita ada pemeriksaan yang namanya antemortem dan postmortem. Antemortem itu sebelum disembelih,” ujarnya.
 
Dalam pemeriksaan awal tersebut, petugas memastikan hewan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit maupun gangguan kesehatan.
Beberapa indikator yang diperiksa meliputi kondisi mata, hidung, mulut, hingga cara berjalan sapi yang tidak pincang.
 
Selain itu, gerakan ekor sapi juga menjadi indikator tambahan untuk memastikan kondisi hewan tetap aktif dan sehat.
 
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan hewan kurban sudah dilakukan sejak beberapa hari terakhir dan sejauh ini belum ditemukan indikasi penyakit serius pada hewan yang diperiksa.
 
“Sudah saya periksa mulai hari Jumat kemarin. Jadi ini saya periksa lagi, dan ini sehat,” katanya.
 
Tak hanya sebelum penyembelihan, pengawasan juga akan dilakukan setelah hewan dipotong melalui tahapan postmortem. Pada tahap ini, petugas akan memeriksa organ dalam hewan untuk memastikan tidak ada penyakit yang membahayakan kesehatan masyarakat.
 
“Jadi hati, jantung, usus, ginjal dan lain sebagainya, nanti dilihat ada perubahan atau tidak,” ujarnya.
 
Pemeriksaan organ dalam tersebut dilakukan oleh petugas khusus bernama keurmaster yang bertugas menentukan bagian hewan yang layak dikonsumsi masyarakat.
 
Distanak Kukar juga membuka layanan pemeriksaan hewan kurban hingga dua hari setelah Iduladha. Hewan yang dinyatakan sehat nantinya akan mendapatkan surat keterangan kesehatan dari petugas.
 
Gunawan memastikan hingga kini kondisi hewan kurban di Kukar masih aman dan terkendali.
 
“Kalau laporan yang masuk cuma ada sapi yang tidak mau makan saja. Selain itu semuanya aman,” pungkasnya.
 
Pengawasan ketat tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan aman sekaligus terhindar dari risiko konsumsi daging hewan yang tidak sehat. (moe)
Editor : Indra Zakaria
#kutai kartanegara