Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kiboy dan Bagong, Sapi Raksasa Asal Loa Janan yang Dipilih Presiden Prabowo untuk Kukar dan IKN

Elmo Satria Nugraha • Senin, 25 Mei 2026 | 19:20 WIB
Kiboy dan Bagong asal Loa Janan, Kukar yang dipilih oleh Presiden Prabowo (Istimewa)
Kiboy dan Bagong asal Loa Janan, Kukar yang dipilih oleh Presiden Prabowo (Istimewa)
 
 
PROKAL.CO, TENGGARONG – Dari sebuah kandang di Desa Tani Bhakti, Kecamatan Loa Janan, dua sapi jumbo milik peternak lokal Kutai Kartanegara (Kukar) kini bersiap menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto untuk masyarakat Kukar dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
 
Dua sapi itu bernama Kiboy dan Bagong. Kiboy, sapi jenis simental berbobot nyaris satu ton, dibeli seharga Rp120 juta untuk disalurkan ke masyarakat Kukar. Sementara Bagong, sapi limusin senilai Rp115 juta, dipilih untuk kurban Presiden di kawasan IKN.
 
Bagi Owner CV Sabilur Raasyad Farm, Muhammad Hasan Assajili, terpilihnya dua sapi tersebut bukan sekadar soal nilai jual, tetapi menjadi kebanggaan tersendiri bagi peternak lokal Kukar.
 
“Yang pasti kami bangga karena sudah bisa melayani, jadi salah satu sapi Presiden dan Alhamdulillah bisa untuk Kutai Kartanegara sama IKN,” ujarnya belum lama ini.
 
Hasan menceritakan, proses seleksi sapi kurban Presiden dilakukan cukup ketat. Ada tiga kandidat sapi dari wilayah Kukar yang ikut dalam penilaian, yakni dari Muara Badak, Samboja, dan Loa Janan.
 
Penilaian utama dilakukan berdasarkan bobot badan, kesehatan, hingga kebersihan hewan.
 
“Nah ternyata sapi kami ini terpilih karena jadi sapi terbesar di antara tiga tadi,” katanya.
 
Kiboy dan Bagong sendiri bukan sapi yang baru dipelihara. Keduanya didatangkan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sejak 2024 lalu dan dirawat intensif di kandang miliknya di Loa Janan.
 
Dari dua sapi itu, Kiboy disebut menjadi yang paling unik. Meski memiliki postur besar dan nafsu makan tinggi, sapi tersebut justru punya perilaku cukup “manja”.
 
“Kalau Kiboy itu dia nggak bisa sembarangan makan rumput. Rumputnya harus dicacah pakai tangan. Terus kalau makan nggak mau dilihat orang,” ungkap Hasan sambil tertawa.
 
Namun di balik perilakunya yang cerewet, Kiboy justru menjadi sapi dengan konsumsi pakan paling kuat di kandang tersebut.
 
Hasan mengaku, untuk mencapai bobot jumbo seperti sekarang bukan perkara mudah. Peternak di Kalimantan disebut masih menghadapi tantangan besar mulai dari cuaca hingga keterbatasan pakan dibanding daerah Jawa.
 
“Untuk mencapai satu ton itu lumayan sulit. Karena terdampak cuaca dan pakan,” jelasnya.
 
Ia berharap keberhasilan dua sapi miliknya bisa menjadi motivasi bagi peternak lain di Kukar maupun Kalimantan agar mulai mengembangkan bibit unggul sendiri dan berani mengikuti seleksi sapi kurban Presiden.
 
Bagi Hasan, potensi peternakan di Kukar sebenarnya sangat besar mengingat wilayahnya yang luas. Namun hingga kini jumlah peternak yang mampu mengikuti seleksi sapi Presiden masih terbatas.
 
“Semoga peternak Kalimantan bisa berkembang juga, bisa banyak menciptakan bibit-bibit unggul lagi dan tidak hanya mengharapkan sapi dari luar,” pintanya.
 
Kini, dari kandang sederhana di Loa Janan, Kiboy dan Bagong bukan hanya menjadi kebanggaan pemiliknya. Dua sapi jumbo itu juga menjadi simbol bahwa peternak lokal Kukar mampu bersaing hingga dipercaya memasok hewan kurban Presiden RI untuk masyarakat. (moe)
Editor : Indra Zakaria
#kutai kartanegara