HIV/AIDS Masih Membayangi Kutai Kartanegara, Per Juni 2026 Sudah Mencapai 524 Kasus

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 21:27 WIB
Plt Kabid P3PL Dinas Kesehatan Kukar, Budy Setiawan (Elmo/Prokal.co)
Plt Kabid P3PL Dinas Kesehatan Kukar, Budy Setiawan (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndromekian) kian menjadi sebuah kesadaran di tengah masyarakat. Penyakit yang tumbuh dari gaya hidup ini dapat “membunuh” dalam diam. Mengingat berbagai gejalanya yang menggerogoti sistem tubuh perlahan-lahan.

Di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Dinas Kesehatan (Dinkes) telah mencatat ratusan kasus hingga pertengahan tahun 2026. Dari 451 kasus per tahun 2025 lalu, meningkat signifikan per bulan Juni 2026 hingga 524 kasus. 

"Pada 2025 jumlah orang dengan HIV/AIDS di Kutai Kartanegara tercatat sebanyak 451 orang. Hingga Juni 2026 bertambah 73 kasus, sehingga totalnya menjadi 524 orang,” ungkap Plt Kabid Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Budy Setiawan, Senin (27/7/2026).

Budy mengungkapkan, penyebaran kasus ini terjadi seputar wilayah ibukota Kabupaten Kukar—pun kelompok yang berisiko tertular berasal dari luar daerah. Karena dalam beberapa kasus, penderita didominasi warga luar Kukar. Hal ini terbukti dari skrining yang dilakukan melalui program Cek Kesehatan Gratis. 

Jika pada suatu wilayah terdapat potensi penyebaran, Dinkes Kukar segera melakukan pemeriksaan menggunakan rapid test. Mitigasi juga dilakukan dinas untuk mencegah sejak dini penyebaran HIV/AIDS. Yakni pemetaan wilayah rawan, memperkuat pengawasan melalui petugas surveilans di puskesmas, serta edukasi via media sosial, dengan penyuluhan langsung.

Serta kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk menggandeng Yayasan. Mengingat, kelompok yang paling banyak ditemukan dalam kasus HIV/AIDS di Kukar adalah LSL atau Lelaki Seks dengan Lelaki.

"Kelompok yang paling banyak ditemukan dalam kasus HIV adalah LSL,” lanjutnya.

Juga menjadi perhatian dari kelompok penderita HIV/AIDS saat ini adalah anak di bawah umur. Di umur yang baru saja lulus sekolah, Budy menyebut Dinkes Kukar telah menemukan beberapa kasus HIV/AIDS di usia sangat muda. Untuk itu, Budy berharap masyarakat lebih melek akan penyakit ini—dan tidak malu untuk memeriksakan diri. 

Hingga detik ini, HIV/AIDS belum dapat disembuhkan—namun dapat dikendalikan melalui pengobatan. Baik dia adalah pasien positif, maupun keluarga atau kontak erat pastinya akan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan. Dari terapi, hingga pengobatan pencegahan agar tak tertular—semua gratis dari pemerintah.

“Seluruh obat HIV dan pendampingan dari yayasan diberikan secara gratis. Karena itu kami berharap masyarakat yang berisiko atau telah terdiagnosis tidak menunda pemeriksaan maupun pengobatan,” pintanya. (moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
HIV / AIDs