KUTAI KARTANEGARA — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali memicu insiden darurat medis. Sebanyak 52 orang—terdiri dari murid SD dan warga—harus dilarikan ke Puskesmas Sebulu I setelah diduga kuat mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan program tersebut pada Senin (3/8/2026) siang.
Petaka ini menimpa puluhan siswa SDN 003 Desa Sebulu Ulu, Kecamatan Sebulu, serta sejumlah warga yang mendatangi Posyandu Cempaka Ungu. Korban mengeluhkan gejala serupa yang datang mendadak, mulai dari mual, muntah-muntah, kram perut hebat, hingga pusing kepala.
Dari Sekolah Hingga Posyandu: Menu Bakso Kecap Dipertanyakan
Kejadian ini langsung memicu kepanikan warga setempat ketika puluhan korban dievakuasi secara bergelombang ke puskesmas. "Saya kaget dapat kabar dari tetangga. Ternyata korban sampai 52 orang dari anak-anak sekolah dan peserta Posyandu. Semuanya dilarikan ke Puskesmas Sebulu I karena keracunan usai makan MBG tadi siang," ungkap seorang warga setempat.
Diketahui, para siswa SDN 003 menyantap olahan menu berupa nasi putih, bakso ayam kecap, wortel, tahu krispi, tumis labu siam, dan semangka. Sementara warga di Posyandu Cempaka Ungu mendapat sajian serupa, lengkap dengan pisang ambon serta susu. Diduga kuat salah satu bahan dalam menu racikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebulu Ulu tersebut yang menjadi biang keladi keracunan massal ini.
Polisi Amankan Sampel Makanan, SPPG Diminta Bertanggung Jawab
Mendapat laporan insiden tersebut, jajaran Polsek Sebulu langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk pengamanan dan pengumpulan bahan keterangan. Petugas bergerak cepat mengamankan sampel makanan yang disuguhkan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan.
Warga mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) dan instansi terkait untuk mengevaluasi total kinerja SPPG Sebulu Ulu. Fungsi utama SPPG untuk memproduksi makanan sehat kini dipertanyakan besar-besaran oleh masyarakat. "Kami berharap para korban segera pulih dan kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. Ini sangat berbahaya untuk anak-anak! Pihak terkait harus bertanggung jawab penuh atas insiden ini," tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menunggu hasil laboratorium. Sementara itu, Kepala SPPG Sebulu Ulu, Rahmatullah, belum dapat dihubungi dan memberikan keterangan resmi terkait petaka masakan tersebut. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : sapos.co.id