Asap Karhutla Mulai Terasa di Tenggarong, BPBD Bagikan Masker Gratis ke Pengendara

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 23:46 WIB
BPBD Kukar membagikan masker gratis untuk pengendara di Tenggarong dalam rangka mencegah ISPA (Ist/BPBD Kukar)
BPBD Kukar membagikan masker gratis untuk pengendara di Tenggarong dalam rangka mencegah ISPA (Ist/BPBD Kukar)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Asap putih mulai terasa di udara Tenggarong ketika aktivitas warga masih berjalan seperti biasa. Pengendara sepeda motor yang melintas di jalan menjadi kelompok yang paling mudah terpapar karena berhadapan langsung dengan udara terbuka.

Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) turun ke jalan membagikan masker kepada masyarakat, Senin (24/8/2026). Sebanyak 400 masker disiapkan sebagai langkah pencegahan gangguan pernapasan akibat paparan asap dan polusi udara.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kukar Sigit Imam Prasetyo mengatakan, kondisi udara di Tenggarong memang belum sampai mengganggu jarak pandang. Namun, asap mulai terasa sehingga masyarakat perlu melakukan pencegahan sejak dini.

“Kita dari BPBD hari ini membagi masker untuk mengantisipasi penyakit ISPA,” kata Sigit.

Pembagian masker dilakukan di dua titik dengan arus kendaraan cukup padat. Sebanyak 200 masker dibagikan di Simpang Tiga Lampu Merah Penyeberangan Pulau Kumala dan 200 masker lainnya di Simpang Empat Unikarta.

Pengendara roda dua menjadi sasaran utama karena terpapar langsung udara selama perjalanan. Penggunaan masker dinilai menjadi langkah sederhana untuk mengurangi paparan asap yang mulai meningkat.

“Kami imbau pengendara roda dua khususnya supaya memakai masker untuk mengantisipasi penyakit ISPA dan polusi udara,” ujarnya.

Sigit mengatakan kondisi asap di Tenggarong belum separah sejumlah daerah lain yang terdampak karhutla. Namun, perubahan kualitas udara mulai dirasakan.

“Karena udara kita ini makin lama asapnya sudah naik agak tebal,” katanya.

BPBD Kukar memilih membagikan masker langsung kepada pengendara agar masyarakat memiliki perlindungan sebelum kondisi udara semakin memburuk.

Masyarakat yang tetap beraktivitas di luar ruangan, terutama pengguna sepeda motor, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.

“Harapannya masyarakat berkendara roda dua bermasker bisa menjaga kesehatan masing-masing,” pungkas Sigit. (moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara