PROKAL.CO, TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meraih TPID Award 2026 kategori Kabupaten/Kota Berprestasi. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kinerja pengendalian inflasi daerah sekaligus tantangan bagi pemerintahan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Kukar menjadi satu dari lima daerah di Indonesia yang masuk kategori Kabupaten/Kota Berprestasi. Empat daerah lainnya adalah Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Kolaka Timur, dan Kabupaten Sumba Barat.
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pelaku usaha, distributor, petani, hingga masyarakat dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama di bawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, TPID, perangkat daerah, pelaku usaha, distributor, petani, dan masyarakat yang ikut menjaga stabilitas harga serta ketersediaan kebutuhan pokok di Kutai Kartanegara,” kata Rendi.
Meski meraih penghargaan tingkat nasional, Rendi menegaskan pemerintah daerah tidak boleh berhenti melakukan pembenahan. Baginya, keberhasilan pengendalian inflasi harus dirasakan langsung masyarakat melalui harga kebutuhan pokok yang terjangkau dan pasokan yang terjaga.
“Pak Aulia dan saya memiliki komitmen yang sama. Yang paling penting bukan sekadar penghargaan, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, pasokan tersedia, distribusi berjalan baik, dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Menurut Rendi, luas wilayah Kukar dengan karakteristik berbeda di setiap kecamatan membuat pengendalian inflasi membutuhkan koordinasi hingga tingkat lokal. Upaya tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pemantauan angka inflasi, tetapi juga harus dibarengi penguatan produksi dan kelancaran distribusi.
“Kukar memiliki wilayah yang sangat luas dengan karakter setiap kecamatan yang berbeda. Karena itu, pengendalian inflasi tidak cukup hanya berbicara angka. Produksi harus diperkuat, pasokan harus tersedia, distribusi harus lancar, dan manfaatnya harus dirasakan masyarakat,” katanya.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026. Kegiatan berlangsung di panggung utama JICC pada Kamis (24/9/2026), pukul 08.30–09.30 WIB.
Sejumlah pejabat tinggi negara hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Menteri Perdagangan Budi Santoso, serta Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun.
Hadir pula Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu. Perwakilan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota penerima TPID Award 2026 serta Championship TP2DD 2026 mengikuti kegiatan secara langsung, sementara daerah yang tidak menerima penghargaan mengikuti secara daring.
TPID Award merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada daerah yang dinilai memiliki kinerja dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui koordinasi lintas sektor.
Rendi menyebut penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemkab Kukar untuk memperkuat kebijakan pengendalian inflasi dan ketahanan pangan.
“Penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Kutai Kartanegara. Ini bukan garis akhir, tetapi menjadi pemacu bagi kami untuk bekerja lebih keras agar stabilitas harga dan perekonomian daerah tetap terjaga,” ujarnya.
FEKDI x IFSE 2026 berlangsung selama tiga hari, 24–26 September 2026, di JICC Jakarta. Selain Rakornas Pengendalian Inflasi dan P2DD, rangkaian kegiatan mencakup agenda transformasi digital nasional serta pengumuman penerima TPID, TP2DD, PIDI, dan KATALIS P2DD. (adv/moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co