GENCARKAN Hari Tani, Bupati Aulia Ajak Petani Kukar Tingkatkan Literasi Keuangan

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 20:31 WIB
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengikuti kegiatan GENCARKAN Hari Tani 2026 (Elmo/Prokal.co)
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengikuti kegiatan GENCARKAN Hari Tani 2026 (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Petani tak cukup hanya cakap mengolah lahan dan menghasilkan panen. Kemampuan mengelola pendapatan, menyimpan uang, hingga menjadikannya lebih produktif juga menjadi bekal penting untuk meningkatkan kesejahteraan.

Pesan itu disampaikan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri dalam kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) pada peringatan Hari Tani Nasional 2026 di halaman Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Jumat (25/9/2026).

Aulia menekankan pentingnya inklusi keuangan bagi petani, nelayan, dan peternak agar mereka tidak hanya mampu menghasilkan pendapatan dari sektor usaha masing-masing, tetapi juga cerdas dalam mengelolanya.

“Kita berharap bahwa para petani kita ini tidak hanya cerdas dalam menggarap lahan-lahan mereka, akan tetapi mereka juga cerdas ketika hasil lahan garapan itu sudah menghasilkan pemasukan untuk mereka,” kata Aulia.

Menurut dia, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan perlu mencakup cara menggunakan pendapatan secara bijak, menyimpan uang dengan aman, serta memanfaatkannya agar lebih produktif.

“Bagaimana mereka bisa menggunakan uang yang mereka dapatkan itu dengan baik? Bagaimana uang ini bisa tersimpan dengan baik? Bagaimana uang ini bisa menjadi lebih produktif lagi?” ujarnya.

Kegiatan tersebut melibatkan petani, nelayan, dan peternak melalui kolaborasi dengan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Hadir pula Kelompok Wanita Tani (KWT), petani milenial, serta pemuda tani yang mendapat pemahaman mengenai inklusi keuangan.

Aulia berharap keterlibatan industri keuangan di sektor pertanian dapat mendukung peningkatan kuantitas dan kualitas hasil usaha masyarakat.

“Tentunya kita berharap dengan adanya partisipasi dari industri keuangan di tengah-tengah pertanian kita, maka baik itu dari segi kuantitas maupun kualitas pertanian kita, itu bisa lebih ditingkatkan lagi,” katanya.

Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk memperkuat sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di Kukar. Upaya tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan nilai tukar petani dan nilai tukar nelayan.

“Jadi, kita berharap kolaborasi dari seluruh pihak dalam menyukseskan proses pertanian, peternakan, dan nelayan yang ada di tempat kita itu memberikan peningkatan lagi, baik itu meningkatnya nilai tukar petani maupun nilai tukar nelayan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” tutupnya. (adv/moe)el

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara