Pemasangan 4.000 LPJU di Kukar Capai 50 Persen, Samboja hingga Anggana Jadi Prioritas

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 13:37 WIB
Prosesi Belimbur di Tenggarong sebagai puncak Erau Adat Kutai 2026 (Istimewa)
Prosesi Belimbur di Tenggarong sebagai puncak Erau Adat Kutai 2026 (Istimewa)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Ribuan titik jalan di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mendapat penerangan melalui pemasangan sekitar 4.000 Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). Program yang menjangkau wilayah hulu, tengah hingga pesisir ini ditargetkan rampung dan mulai menyala pada akhir Oktober 2026.

Pemasangan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan ruas jalan kabupaten yang memiliki aktivitas lalu lintas tinggi, terutama jalur yang belum dilengkapi penerangan memadai.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar Ahmad Junaidi mengatakan, ribuan titik pemasangan tersebut tersebar hampir di seluruh kecamatan. Penentuan lokasi mempertimbangkan kondisi jalan dan kebutuhan penerangan masyarakat.

“Kurang lebih sekitar 4.000 titik. Itu dari hulu, tengah maupun di wilayah pesisir, hampir tersebar di seluruh kecamatan,” ujar Junaidi di Tenggarong, Sabtu (26/9/2026).

Sejumlah wilayah yang menjadi prioritas di antaranya Kecamatan Samboja, Muara Jawa, Muara Badak, dan Anggana. Di Samboja, pemasangan menyasar akses menuju Pantai Ambalat.

Sementara di Muara Jawa, pekerjaan dilakukan di Kelurahan Tama Pole dan Muara Kembang. Adapun di Muara Badak, salah satu titik berada di kawasan Kutai Lama. Penerangan juga dipasang pada sejumlah ruas jalan kabupaten di Anggana.

“Jalan-jalan kabupaten terutama yang cukup padat lintasnya itu yang kita prioritaskan,” jelasnya.

Hingga akhir September, Junaidi menyebut progres pengerjaan telah mencapai sekitar 40–50 persen. Tahapan pekerjaan meliputi penggalian lubang, pembangunan fondasi, pemasangan tiang, penarikan kabel hingga pemasangan perangkat pendukung LPJU.

“Kalau pengerjaan itu kan yang pertama penggalian lubang, kemudian pasang fondasi, kemudian pasang tiang, tarik kabel, kemudian kilometer dan sebagainya,” katanya.

Dishub Kukar menargetkan seluruh pekerjaan selesai sesuai masa kontrak pada akhir Oktober 2026. Setelah pemasangan rampung, LPJU di lokasi yang telah diselesaikan ditargetkan langsung beroperasi.

Terkait anggaran, Junaidi menyebut kebutuhan pembiayaan setiap lokasi berbeda, bergantung pada panjang ruas jalan dan kondisi lapangan. Dia mencontohkan, terdapat pekerjaan dengan nilai sekitar Rp200 juta per lokasi.

Namun, Junaidi belum merinci total anggaran keseluruhan program pemasangan sekitar 4.000 titik LPJU tersebut.

“Kalau kontrak kita akhir Oktober, akhir Oktober sudah bisa menyala insya Allah, mudah-mudahan tidak ada halangan,” ujarnya. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara