PROKAL.CO, TENGGARONG – Penghujung 2026 menjadi momentum Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengoptimalkan realisasi anggaran. Namun, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan percepatan penyerapan anggaran tidak boleh dilakukan dengan menggelar kegiatan yang tidak memiliki manfaat jelas bagi masyarakat.
Aulia mengatakan, pelaksanaan program hingga akhir tahun tetap mengacu pada rencana yang telah disusun. Setelah perubahan anggaran 2026 diselesaikan, program yang telah ditetapkan harus segera dieksekusi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Sampai akhir tahun, kita menyesuaikan dengan rencana yang sudah kita susun sebelumnya. Kemarin kita sudah menyelesaikan anggaran perubahan tahun 2026. Tentunya ini harus dieksekusi sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Aulia, Jumat (2/10/2026).
Ia menekankan prinsip money follow program dalam pelaksanaan anggaran. Artinya, program menjadi dasar utama sebelum pembiayaan disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai target.
“Prinsip kita adalah money follow program. Artinya, kita mengedepankan programnya dulu, baru uangnya menyesuaikan,” ujarnya.
Karena itu, Pemkab Kukar akan menyesuaikan pembiayaan dengan target capaian hingga akhir tahun. Langkah tersebut sekaligus diarahkan agar sisa anggaran atau SiLPA tidak terlalu besar dan anggaran yang tersedia dapat memberikan manfaat nyata.
“Nanti kita sesuaikan pembiayaannya dengan target capaian sampai akhir tahun, sehingga kita tidak menyisakan banyak SiLPA dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Aulia mengatakan target realisasi anggaran saat ini masih dipasang pada angka 100 persen. Namun, ia menegaskan target tersebut tetap harus dicapai melalui pelaksanaan program yang tepat dan bukan sekadar mengejar angka penyerapan.
“Untuk kondisi sekarang, kita pasang angkanya masih di angka 100. Tetapi sekali lagi, dalam proses pelaksanaannya kita berusaha menyesuaikan,” katanya.
Ia bahkan mengingatkan jajaran pemerintah daerah agar tidak membuat kegiatan secara sembarangan hanya demi meningkatkan realisasi anggaran menjelang tutup tahun.
“Saya tidak ingin karena kita ingin mengejar realisasi anggaran, kita membuat kegiatan sembarangan di lapangan,” tegas Aulia.
Di tengah upaya mengoptimalkan anggaran, Pemkab Kukar juga memastikan sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap menjadi prioritas. Salah satunya pemenuhan layanan internet di seluruh desa melalui program RT Idaman Terbaik.
“Dalam program RT Idaman Terbaik, kami meletakkan prioritas untuk memastikan layanan internet hadir di seluruh desa yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Selain layanan internet, pemerintah daerah memastikan pembiayaan kegiatan rutin di tingkat RT tetap tersedia hingga akhir tahun. Di antaranya gotong royong dan musyawarah RT yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat di tingkat lingkungan.
“Makanya pembiayaan akan kita pastikan sampai akhir tahun ini tersedia. Kegiatan-kegiatan rutin seperti gotong royong, musyawarah RT dan lainnya bisa terlaksana,” kata Aulia.
Pemkab Kukar juga memastikan insentif bagi para ketua RT tetap tersedia hingga penghujung 2026.
“Insentif untuk teman-teman RT juga kami pastikan tersedia dengan baik sampai akhir tahun,” pungkasnya. (adv/moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co