PROKAL.CO, TENGGARONG – Ribuan atlet Kutai Kartanegara (Kukar) bersiap membawa nama daerah ke lima ajang olahraga tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang berlangsung sepanjang November hingga awal Desember 2026. Di tengah efisiensi dan keterbatasan keuangan daerah, Pemkab Kukar memastikan bonus bagi atlet berprestasi tetap disiapkan, minimal setara dengan periode sebelumnya.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat melepas kontingen Kukar di Arbizz Space, Tenggarong, Jumat (30/10/2026) malam bersama Wakil Bupati Rendi Solihin serta Forkopimda. Sebanyak 2.503 orang yang terdiri atas atlet, pelatih, manajer, dan official akan menjalani rangkaian pertandingan di berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Aulia memahami, komitmen bonus menjadi salah satu hal yang ditunggu para atlet. Karena itu, ia ingin memastikan keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk menurunkan semangat mereka sebelum bertanding.
“Bonus sebenarnya bukan satu-satunya hal yang menjadi motivasi, karena kita yakin semangat bertanding yang dimiliki teman-teman atlet jauh lebih besar daripada bonus yang kita janjikan,” ujarnya.
Ia kemudian menegaskan, meskipun kondisi keuangan daerah sedang terbatas, bonus yang diberikan minimal sama dengan periode sebelumnya. Bahkan, jika ada kabupaten atau kota lain yang menetapkan bonus lebih tinggi, Kukar membuka peluang menyamakan besaran bonus tersebut.
“Kami berjanji, meskipun dalam kondisi keuangan daerah seperti sekarang ini, bonus yang kita berikan minimal sama dengan periode sebelumnya. Namun, kalau ada kabupaten atau kota lain yang berani memberikan bonus lebih besar daripada yang kita berikan pada periode sebelumnya, kita akan menyamakan dengan kabupaten atau kota yang memberikan bonus paling tinggi,” tegasnya.
Besaran bonus selanjutnya akan dibahas bersama para ketua organisasi olahraga. Aulia menegaskan, ketidakpastian mengenai bonus jangan sampai berkembang menjadi isu yang mengganggu kesiapan atlet. Ia ingin para atlet berangkat dengan keyakinan bahwa pemerintah daerah tetap memberikan dukungan atas perjuangan mereka.
“Jangan sampai gara-gara isu bonus yang tidak jelas atau simpang siur, misalnya ada yang mengatakan bahwa dengan kondisi keuangan sekarang bonus tidak diberikan atau nilainya lebih rendah daripada sebelumnya, hal itu memengaruhi semangat atlet,” katanya.
Pelepasan kontingen tersebut mencakup lima ajang, yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Korpri di Sangatta, Kutai Timur; Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) di Balikpapan; Porprov VIII dan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V di Kabupaten Paser; serta Festival Olahraga Masyarakat Daerah (Forda) II di Samarinda.
Berdasarkan data kontingen, total peserta dan pendamping terdiri atas 1.826 atlet, 320 pelatih, 72 manajer, dan 285 official yang berasal dari 121 cabang olahraga. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya rombongan yang harus dipersiapkan untuk mewakili Kukar dalam agenda olahraga yang jadwalnya berdekatan.
Porprov Korpri di Sangatta berlangsung pada 31 Oktober–8 November 2026, dengan 184 atlet, 19 pelatih, 10 manajer, 18 official, dan 12 cabang olahraga. Porwada di Balikpapan pada 4–5 November 2026 diikuti 32 atlet wartawan dan sembilan official dari 11 cabang olahraga.
Ajang dengan kontingen terbesar adalah Porprov VIII di Kabupaten Paser pada 14–27 November 2026. Kukar mengirimkan 1.144 atlet, didampingi 225 pelatih, 62 manajer, dan 166 official untuk bertanding pada 62 cabang olahraga.
Setelah itu, Peparprov V di Paser pada 27–30 November 2026 diikuti 100 atlet, 17 pelatih, dan 32 official pada sembilan cabang olahraga. Sementara Forda II di GOR Kadri Oening Sempaja, Samarinda, berlangsung pada 29 November–6 Desember 2026 dengan 366 atlet, 59 pelatih, dan 60 official dari 27 cabang olahraga.
Di luar komitmen bonus, Aulia juga memasang harapan tinggi terhadap hasil yang dibawa pulang kontingen Kukar. Ia menilai persiapan atlet selama ini sudah cukup matang dan berharap kerja keras tersebut berbuah prestasi.
“Kita berharap, dengan persiapan yang sudah dilakukan teman-teman atlet di Kutai Kartanegara, yang menurut hemat kami sudah sangat mantap berdasarkan apa yang kami lihat sendiri, Kukar bisa menjadi juara umum,” katanya.
Ia meyakini Kukar mampu bersaing untuk meraih hasil terbaik di seluruh ajang yang diikuti. Namun, untuk saat ini, pesan utamanya kepada para atlet adalah menjaga fokus dan mengerahkan kemampuan terbaik saat bertanding.
Dengan jadwal pertandingan yang padat dan jumlah kontingen mencapai ribuan orang, perjuangan para atlet tidak hanya menjadi urusan masing-masing cabang olahraga. Mereka membawa harapan daerah, sementara pemerintah berupaya menjaga dukungan di tengah keterbatasan anggaran. Aulia berharap persoalan bonus tidak mengalihkan perhatian atlet dari target utama: meraih prestasi dan mengharumkan nama Kukar. (adv/moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co