Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Noviska Miranti, Baru 19 Tahun Sudah Jadi Mandor Perempuan di Astra Agro Lestari

Faroq Zamzami • 2025-03-08 17:21:30
MASIH MUDA: Noviska Miranti (helm biru), mandor perempuan di PT SKP, grup dari Astra Agro Lestari.
MASIH MUDA: Noviska Miranti (helm biru), mandor perempuan di PT SKP, grup dari Astra Agro Lestari.

PROKAL.CO-Di tengah luasnya hamparan kebun kelapa sawit, seorang perempuan muda membuktikan bahwa usia bukanlah batasan untuk meraih impian. 

Dia adalah Noviska Miranti. Masih berusia 19 tahun, Noviska telah menapaki karier yang menjanjikan sebagai Mandor Rawat Chemist di PT Sumber Kharisma Persada (SKP) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), anak usaha dari PT Astra Agro Lestari (AAL).

Perjalanannya tidaklah mudah, namun setiap langkah yang diambilnya dipenuhi dengan semangat untuk terus berkembang.

Lahir di Musi Rawas pada 24 November 2005, Noviska tumbuh dalam lingkungan keluarga yang memiliki kebun kelapa sawit, meskipun orang tuanya tidak memiliki pengalaman bekerja di industri tersebut. 

"Saya ingin memahami dunia kelapa sawit lebih dalam, itulah mengapa saya memilih jurusan pembibitan kelapa sawit di Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-STIPER). Bagi saya, ini bukan sekadar pendidikan, tapi awal dari perjalanan karier saya," ungkapnya.

Perjalanan Noviska ke dunia profesional dimulai dari kampusnya yang bekerja sama dengan berbagai perusahaan kelapa sawit, termasuk Astra Agro Lestari.

Saat pertama kali mengikuti rekrutmen, namanya tidak tercantum dalam daftar peserta yang lolos. 

Namun, kesempatan kedua datang melalui rekrutmen tambahan, dan kali ini ia berhasil masuk ke AAL untuk menjalani masa magang selama tiga bulan.

Ketika ditawari pilihan untuk melanjutkan bekerja atau kembali ke kampung halaman, Noviska tanpa ragu memilih untuk terus meniti karier di industri sawit.

Sebagai mandor rawat chemist, tugas Noviska tidaklah ringan. Ia bertanggung jawab mengawasi dan mengoordinasikan perawatan tanaman kelapa sawit agar pertumbuhannya optimal.

Mulai dari mengawasi penyemprotan herbisida hingga memastikan pemupukan berjalan sesuai standar, semua dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Ia juga memimpin tim kecil yang terdiri dari tiga perempuan lainnya, memastikan setiap pekerjaan dilakukan dengan aman, efektif, dan sesuai prosedur perusahaan. 

Noviska juga sangat memperhatikan keselamatan kerja timnya. Ia mewajibkan pengecekan kesehatan bagi semua anggotanya sebelum mulai bekerja. 

Jika ada yang sakit atau memiliki tekanan darah tinggi, ia memastikan mereka mendapatkan perawatan medis sebelum kembali bertugas. 

"Keselamatan dan kesehatan tim adalah prioritas utama. Tidak ada pekerjaan yang lebih penting dari kesehatan para pekerja," tegasnya.

Seiring waktu, Noviska terus mengasah keterampilannya. Ia memahami dengan baik jenis-jenis herbisida dan fungsinya serta meningkatkan keterampilannya dalam komunikasi dan kepemimpinan. 

Baginya, pekerjaan ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi sebuah jalan untuk membuktikan bahwa perempuan juga bisa berkontribusi besar dalam industri perkebunan.

Membuktikan Diri: Perempuan Bisa Berkarier di Industri Sawit

Industri sawit sering kali dianggap sebagai dunia kerja yang lebih cocok bagi laki-laki. Namun, bagi Noviska, tidak ada batasan gender dalam hal kemampuan dan kesempatan. 

"Siapapun bisa bekerja di industri ini, asalkan memiliki sikap yang baik dan konsisten dalam menjalankan tugasnya. Perempuan juga memiliki peran penting, terutama dalam hal pemeliharaan bibit, penyemprotan herbisida, dan pemupukan karena ketelitian yang kami miliki," ujarnya.

Meskipun menghadapi tantangan besar dalam lingkungan kerja yang masih didominasi laki-laki, Noviska tidak gentar. 

Ia percaya, perempuan juga bisa menjadi pemimpin yang kompeten di perkebunan kelapa sawit. 

"Sebagai mandor perempuan, saya menghadapi tantangan baik secara fisik, mental, dan budaya. Namun, jika diberikan kesempatan yang sama, kami juga mampu menunjukkan bahwa perempuan bisa memimpin dan merawat perkebunan dengan baik," tambahnya.

Suka duka dalam pekerjaannya tentu selalu ada. Noviska merasakan bagaimana industri ini menawarkan peluang karier yang luas bagi perempuan yang berkompeten. 

Namun, tantangan fisik juga menjadi bagian dari pekerjaannya, terutama saat harus berhadapan dengan medan yang berat dan cuaca ekstrem. 

Meski demikian, ia tetap berkomitmen untuk melanjutkan kariernya, bahkan setelah menikah dan memiliki anak nanti. 

"Saya ingin tetap bekerja di industri sawit untuk stabilitas finansial, pengembangan karier, dan menjadi role model bagi anak-anak saya kelak," katanya dengan penuh keyakinan.

Menurut Ricky Oktavianus, Administratur PT SKP, industri perkebunan kelapa sawit sering kali dikaitkan dengan pekerjaan fisik yang identik dengan kaum laki-laki. 

Namun, hal tersebut tidak berarti bahwa perempuan tidak bisa meraih prestasi dan menjadi pemimpin. 

Perempuan juga memiliki potensi serta keterampilan luar biasa untuk berkontribusi dalam sektor ini.

“Sebagai bentuk kepedulian terhadap keberagaman dan inklusivitas, Astra Agro berkomitmen untuk mendukung peran perempuan, termasuk membuka kesempatan bagi mereka untuk menjadi pemimpin,” kata Ricky. 

Diketahui, Astra Agro berpegang teguh pada prinsip hak asasi manusia dan kesetaraan gender, dengan fokus utama pada perlindungan perempuan dan anak. (*)

Editor : Faroq Zamzami
#AALI #kutim #astra agro lestari #kaltim #sawit