Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Ini Dia, Mitos dan Fakta Kepribadian Introvert, Anda Termasuk di Dalamnya?

Indra Zakaria • 2024-01-30 16:00:00
ILUSTRASI: Mitos dan fakta kepribadian introvert yang sering dianggap kelainan oleh sebagian orang. (Pixabay)
ILUSTRASI: Mitos dan fakta kepribadian introvert yang sering dianggap kelainan oleh sebagian orang. (Pixabay)

 

 Introvert adalah salah satu jenis kepribadian yang sering disalahartikan oleh banyak orang. Banyak yang menganggap introvert sebagai orang yang pemalu, antisosial, dan bermasalah. Bahkan banyak yang masih memercayai mitos bahwa introvert adalah suatu kelainan yang harus disembuhkan. Lantas, apakah benar introvert dapat dianggap sebagai kelainan?

Berikut penjelasan tentang penyebab sifat, mitos, dan fakta kepribadian introvert serta ekstrovert.

Apa itu Introvert?
Introvert adalah tipe kepribadian yang cenderung menyukai kesendirian, ketenangan, dan kedalaman. Menurut situs introvertdear.com, introvert tidak berarti pemalu, antisosial, atau tidak peduli dengan orang lain. Mereka hanya memiliki cara berbeda dalam mengisi energi, berkomunikasi, dan bersosialisasi.

 

Mengutip dari 16personalities.com, introvert adalah salah satu dari empat tipe kepribadian yang ada dalam teori MBTI (Myers-Briggs Type Indicator). Teori itu dibuat oleh Isabel Briggs Myers dan Katharine Cook Briggs berdasarkan pemikiran seorang psikolog terkenal Carl Jung.

MBTI mengelompokkan orang menjadi 16 tipe kepribadian berdasarkan empat dimensi, yaitu:

Introvert (I) atau Ekstrovert (E): menunjukkan sumber energi seseorang, apakah dari dalam diri sendiri atau dari lingkungan sekitar.

Sensing (S) atau Intuition (N): menunjukkan cara seseorang memproses informasi, apakah berdasarkan fakta dan detail atau berdasarkan pola dan makna.

Thinking (T) atau Feeling (F): menunjukkan cara seseorang mengambil keputusan, apakah berdasarkan logika dan analisis atau berdasarkan emosi dan nilai.

Judging (J) atau Perceiving (P): menunjukkan cara seseorang mengatur hidupnya, apakah berdasarkan rencana dan struktur atau berdasarkan fleksibilitas dan spontanitas.

Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa introvert adalah orang yang mendapatkan energi dari dalam diri sendiri, bukan dari lingkungan sekitar. Introvert lebih suka beraktivitas sendiri atau dengan orang-orang terdekat, daripada dengan banyak orang. Mereka juga lebih suka berpikir sebelum berbicara, mendengarkan daripada berbicara, dan mengamati daripada berpartisipasi.

Memiliki kepribadian introvert bukan berarti tidak bisa bersosialisasi atau berkomunikasi dengan baik. Mereka hanya membutuhkan waktu sendiri untuk mengisi energi, memikirkan ide, dan menenangkan pikiran.

Itulah alasannya introvert cenderung tertarik pada hal-hal mendalam, bermakna, dan berkualitas, menghindari yang dangkal, sepele, dan berlebihan.

Apa Penyebab Introvert?

 

Penyebab introvert tidak bisa ditentukan secara pasti. Banyak faktor yang berpengaruh, seperti genetik, lingkungan, dan pengalaman. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa introvert memiliki perbedaan struktur dan aktivitas otak dibandingkan dengan ekstrovert.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Neuroscience pada 2012 menemukan bahwa introvert memiliki lebih banyak abu-abu di bagian prefrontal cortex. Ini adalah bagian otak yang bertanggung jawab atas perencanaan, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah.

Introvert juga memiliki lebih banyak aliran darah di bagian ini yang menunjukkan bahwa mereka lebih banyak menggunakan fungsi kognitif tingkat tinggi.

Selain itu, introvert kurang sensitif terhadap dopamin, yaitu hormon yang memberikan rasa senang dan termotivasi. Hal ini membuat mereka lebih membutuhkan hal-hal yang lebih bermakna dan berdampak untuk merasa senang dan termotivasi.

Mitos dan Fakta Introvert

Setelah penjelasan di atas, berikut mitos dan fakta kepribadian introvert menurut ahli:

  • Mitos: Introvert tidak suka bersosialisasi.
  • Fakta: Introvert bisa bersosialisasi dengan baik, asalkan mereka merasa nyaman dan memiliki waktu sendiri untuk mengisi energi.
  • Mitos: Introvert adalah orang yang pemalu dan tidak percaya diri.
  • Fakta: Introvert bukan berarti pemalu atau tidak percaya diri. Mereka lebih suka berpikir, mendengarkan, dan mengamati daripada berinteraksi.
  • Mitos: Introvert adalah orang yang tidak bahagia atau depresi.
    Fakta: Introvert bisa bahagia, asalkan mereka bisa menemukan dan mengembangkan diri mereka sesuai dengan potensi dan minat mereka.
    • Mitos: Introvert adalah orang yang antisosial atau asosial.
      Fakta: Introvert bukan berarti antisosial (orang yang melanggar norma dan aturan sosial) atau asosial (orang yang tidak tertarik atau tidak membutuhkan interaksi sosial), mereka masih membutuhkan interaksi sosial, tetapi dengan cara yang berbeda dari ekstrovert.
    • Mitos: Introvert adalah orang yang tidak normal atau bermasalah.
      Fakta: Introvert adalah orang yang normal dan tidak bermasalah. Kepribadian ini adalah salah satu dari empat tipe kepribadian yang ada dalam teori MBTI yang dibuat berdasarkan pemikiran Carl Jung, seorang psikolog terkemuka.

    Selain itu, Susan Cain, Penulis buku Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking mengatakan, tidak ada yang salah dengan kepribadian introvert. Seseorang tidak perlu diobati hanya karena introvert. Orang introvert tidak sendirian.

    Introvert bukanlah kelainan, melainkan karakter yang unik dan berharga. Orang-orang introvert pun tidak perlu merasa terisolasi lagi karena kalian tidak sendirian. (*)

 
Editor : Indra Zakaria
#kepribadian