Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Puji Sugiarti, Pantang Berpuas Diri dengan Satu Produk

Nasya Rahaya • 2024-05-20 08:00:21
Puji S
Puji S

Prokal.co - Usia tak membatasi Puji Sugiarti untuk terus belajar memasak dan menghasilkan produk bernilai jual.

Terus mencoba meski berkali-kali gagal. Hingga kini miliki sembilan olahan yang disambut antusias pembeli.

ADA keripik tempe sagu, keripik pare, kembang goymin, kacang bawang, bawang goreng, aneka kue kering dan kue basah, snack box dan cateringan berupa nasi kotak. “Saya menerima pesanan apapun dari pelanggan, yang mampu saya buat,” terangnya baru-baru ini.

Keterampilan memasak ini diturunkan dari ibunya yang dulu juga memiliki rumah makan.

“Sekarang ibu bantu-bantu saya saja untuk mengolah pesanan di rumah,” jelasnya. Melihat kondisi ibunya yang kini telah sepuh. Tapi diakui Puji ibunya masih gesit dan terampil dalam memasak.

Karena sudah tidak lagi berjualan di rumah makan, maka Puji putar otak untuk menyiasati bagaimana  menghasilkan pundi rupiah dengan keterampilan memasaknya.

Pada 2017 menjadi roda awal berputarnya usaha yang diberi nama Dapur Pujhy. Puji dihubungi oleh pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Samarinda.

“Awalnya yang saya jual dan ajukan itu pangsit cumi isi abon. Produk ini lumayan booming hingga mengangkat nama dan eksistensi Dapur Pujhy waktu itu,” bebernya.

Tidak ingin mengandalkan satu olahan saja, Puji lalu menghadirkan lebih banyak variasi untuk melengkapi Dapur Pujhy.

Dengan berbagai inisiatif dan kreativitas, Puji berhasil mengembangkan usahanya dari tahun ke tahun.

Mulai dari bergabung dengan program pelatihan yang diadakan Disperindagkop, hingga memanfaatkan bantuan dari berbagai lembaga seperti Rumah Telkom, pegadaian, dan perbankan yang rutin mengadakan pelatihan.

Hingga akhirnya dia coba menambah variasi olahan baru yakni keripik tempe sagu pada akhir 2020. Dan akhirnya olahan baru ini sampai sekarang menjadi primadona.

Nah untuk pangsit abonnya yang sempat terkenal itu, karena terjadi kecelakaan saat produksi Puji masih trauma untuk produksi kembali.

“Waktu itu jari saya tidak sengaja masuk ke dalam mesin penggilingan dan kuku saya hampir terpisah,” ungkapnya.

Namun, hal tersebut tidak menyurutkan langkahnya. Olahan lain bisa dikembangkannya termasuk keripik tempe sagu tersebut.

Usaha Puji juga telah mengantongi sertifikasi halal untuk beberapa produknya, menunjukkan komitmen terhadap kualitas dan kehalalan produk.

“Sejak awal bergabung di UMKM saya sudah difasilitasi PIRT, HAKI juga sudah saya kantongi di 2018. Untuk halal beberapa sudah bersertifikasi, sisanya menyusul tahun ini,” jelasnya.

Meskipun masih terbatas dalam hal produksi karena keterbatasan tenaga dan fasilitas, Puji tidak pernah kehilangan semangat.

Ia terus berusaha maksimal untuk menjaga kualitas produknya, bahkan membantu masyarakat sekitarnya dengan memberikan kesempatan kerja ketika ada pesanan besar.

Tidak hanya fokus pada usaha Dapur Pujhy, dia juga menggali peluang lain dengan membuka warung kecil di teras rumahnya yang menyediakan berbagai macam snack dan es.

Puji juga saat ini bekerja sama dengan PAUD Kebun Kita untuk memenuhi makanan sehat anak-anak yang dijadwalkan setiap Selasa dan Jumat.

Dengan kegigihannya, Puji mencoba menciptakan peluang-peluang baru setiap hari, memperlihatkan bahwa dengan tekad dan kerja keras, tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai.

Puji adalah contoh nyata dari perempuan tangguh yang tidak hanya mengandalkan keahliannya dalam memasak, tetapi juga kemampuannya dalam mengelola bisnis, memanfaatkan, dan menciptakan peluang baru. (ndu)

NASYA RAHAYA

@nasyarahaya

Editor : Indra Zakaria