Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Selalu Haus Validasi, Salah Satu Ciri Orang yang Masa Kecilnya Kurang Kasih Sayang dan Perhatian

Indra Zakaria • 2024-06-02 10:30:00
Orang dewasa yang masa kecilnya kurang kasih sayang dan perhatian/Freepik
Orang dewasa yang masa kecilnya kurang kasih sayang dan perhatian/Freepik

Prokal.co Kebutuhan kasih sayang dan perhatian untuk masa-masa awal pertumbuhan anak atau saat golden age sangat penting untuk diperhatikan. Pasalnya, hal ini yang menjadi akar terbentuknya karakter orang dewasa di masa depan

Kasih sayang yang konsisten dan penuh perhatian sangat penting untuk membentuk pondasi emosional yang kuat, membuat anak tumbuh menjadi individu yang stabil, percaya diri, dan mampu berempati. 

Sebaliknya, kurang kasih sayang dan perhatian dari orang tua di masa kecil dapat memberikan pengaruh buruk.  

Anak yang tidak mendapatkan perhatian dan cinta yang cukup dari orang tua atau pengasuhnya cenderung mengalami kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat di masa dewasa. Mereka juga biasanya  memiliki masalah kepercayaan diri, serta rentan terhadap gangguan kecemasan dan depresi.

Ternyata, ada ciri-ciri yang dapat terbaca dari orang dewasa yang ketika masa kecilnya kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya. Dilansir dari laman Hack Spirit pada (1/6), berikut ini ciri-ciri orang dewasa yang masa kecilnya kurang kasih sayang dan perhatian.

 

1) Selalu ingin mandiri

Orang-orang yang kurang kasih sayang sering menunjukkan keinginan kuat untuk menjadi mandiri. Hal ini berasal dari kejadian yang dialami sehingga mereka merasa hanya dapat mengandalkan diri sendiri.

Mereka mungkin lebih suka bekerja sendiri, ragu-ragu untuk menerima bantuan, atau menjaga jarak secara emosional untuk menghindari ketergantungan pada orang lain. Meskipun kemandirian ini dapat dilihat sebagai kekuatan, tetapi juga berisiko terisolasi dan sulit menerima bantuan saat dibutuhkan. 

 

2) Cenderung mengabaikan diri sendiri

Tumbuh dengan kebutuhan emosional yang terabaikan, membuat seseorang sering kali mengabaikan kesejahteraannya sendiri. Pengabaian diri ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari mengabaikan kesehatan fisik hingga mengabaikan kebutuhan emosional.

Mereka mungkin melewatkan rutinitas perawatan diri, mengabaikan tanda-tanda stres atau kelelahan, dan selalu memprioritaskan orang lain daripada dirinya sendiri.

Menjadikan kesejahteraan pribadi sebagai prioritas adalah langkah penting dalam penyembuhan dan membangun kebiasaan hidup yang sehat.

 

3) Sensitif terhadap penolakan

Individu yang mengalami kurangnya kasih sayang selama masa kecilnya sering kali sensitif terhadap penolakan.Hal ini berasal dari pengalamannya ketika kebutuhan emosional tidak terpenuhi yang menyebabkan ketakutan untuk mengalami rasa sakit itu lagi.

Ketakutan ini dapat berupa sikap menganalisis interaksi sosial secara berlebihan, terlalu peduli dengan pendapat orang lain, atau menghindari situasi yang berpotensi menyebabkan penolakan.Hal ini juga dapat mengakibatkan keraguan diri dan perasaan tidak berharga.

 

4) Haus validasi

Orang yang kurang kasih sayang dan perhatian semasa kecil biasanya selalu membutuhkan validasi dari orang lain. Mereka mendambakan pengakuan yang tidak mereka terima selama masa kecilnya. 

Mereka mungkin mencari validasi melalui pencapaian, terus-menerus menetapkan standar yang tinggi untuk dirinya sendiri, atau sering mempertanyakan nilai dan kemampuan mereka.

Meskipun validasi dari orang lain dapat memberikan kelegaan sementara, sangat penting untuk menyadari bahwa validasi yang sebenarnya berasal dari dalam diri sendiri.

 

5) Cenderung fokus pada kegagalan

Orang yang kurang kasih sayang dan kehangatan selama masa kecilnya biasanya merasa terus-terusan gagal. Mereka cenderung melihat kegagalan sebagai cerminan harga dirinya. 

Pola pikir ini mengarah pada sifat mudah menyerah ketika menghadapi rintangan atau kegagalan. Ini adalah pola yang merugikan diri sendiri yang dapat menghambat kemajuan.

Kenali bahwa kegagalan adalah bagian yang tak terhindarkan dari kehidupan dan pertumbuhan. Hal ini bukanlah ukuran atau nilai seseorang.

 

6) Ingin terus menyenangkan orang lain

Tumbuh tanpa kasih sayang sering kali dapat menumbuhkan kebiasaan terus-menerus ingin menyenangkan orang lain dengan cara apa pun. Hal ini berasal dari keinginan untuk diterima. Ini termasuk sebuah cara untuk melindungi diri dari rasa sakit akibat penolakan di masa lalu.

Kebiasaan ini dapat menyebabkan seseorang selalu memprioritaskan kebutuhan orang lain di atas kebutuhannya sendiri, dan sering kali mengubur perasaan dan keinginannya sendiri.

Meskipun bersikap baik dan penuh perhatian adalah hal yang mengagumkan, tetapi menyenangkan orang lain secara berlebihan dapat melupakan batasan dan kebutuhan diri sendiri. 

Itulah beberapa ciri yang ditunjukkan oleh orang dewasa yang saat kecil kurang kasih sayang dan perhatian. Orang-orang yang menunjukkan ciri-ciri di atas perlu berdamai dengan keadaan.

Terus ingin mandiri, sensitif terhadap penolakan, dan terus mengabaikan diri sendiri tentu membuat seseorang semakin kesulitan hidup bahagia.

Oleh karena itu, memperbaiki pola yang demikian itu sangat penting untuk dilakukan.***

Editor : Indra Zakaria