Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Ataraxia, Menjadi Manusia Tanpa Konflik dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Indra Zakaria • 2024-12-26 09:55:59
ilustrasi ataraxia
ilustrasi ataraxia

Ataraxia adalah kondisi pikiran yang damai dan bahagia, bebas dari gangguan atau kekhawatiran, dan ketenangan yang tidak terganggu oleh kegelisahan mental atau emosional.

Dalam filsafat Yunani Kuno, ataraxia merupakan konsep utama dalam tradisi filsafat Epikureanisme dan Stoicsisme. Ataraxia merupakan tujuan tertinggi seorang pengikut Epikurean. 

Makna Ataraxia dalam Stoikisme

Dalam Stoikisme, ataraxia dicapai melalui pengendalian diri dan pemahaman bahwa banyak hal di luar kendali kita. Para Stoik percaya bahwa ketenangan batin bisa dicapai dengan menerima takdir dan berfokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan.

Makna Ataraxia dalam Epikureanisme

Epikureanisme mengajarkan bahwa ataraxia dapat dicapai dengan menghindari kesenangan berlebihan dan rasa sakit. Mereka menganjurkan hidup sederhana, mengejar pengetahuan, dan mengembangkan persahabatan yang mendalam.

Contoh Ataraxia dalam Kehidupan Sehari-Hari

1. Menghadapi Situasi Sulit dengan Tenang

Ketika menghadapi masalah besar seperti kehilangan pekerjaan, seseorang yang mencapai ataraxia akan tetap tenang, tidak panik, dan fokus mencari solusi tanpa terlalu terpengaruh oleh kecemasan.

2. Menghindari Konflik Emosional

Seseorang yang berlatih ataraxia mungkin menghindari argumen yang tidak perlu, memilih untuk menjaga kedamaian batin daripada membuktikan bahwa dirinya benar.

3. Mengendalikan Reaksi terhadap Kritik

Alih-alih merasa marah atau tersinggung saat menerima kritik, orang yang mencapai ataraxia akan mendengarkan dengan tenang, mempertimbangkan masukan tersebut, dan tidak membiarkan emosi negatif menguasai mereka.

4. Menjaga Perspektif dalam Keadaan Darurat

Dalam situasi darurat, seperti bencana alam, seseorang yang mencapai ataraxia akan tetap berpikir jernih, membantu orang lain, dan tidak terbawa oleh kepanikan massal.

Ataraxia tidak berarti menghindari emosi atau menjadi apatis, melainkan memiliki keseimbangan emosional dan mental sehingga seseorang bisa tetap tenang dan rasional dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.

Contoh sederhana perilaku ataraxia misalnya, ketika mobil diserempet pengemudi motor dengan tidak sengaja, namun anda tidak marah dan memaafkanya. 

Dalam penggunaan non-filosofis, ataraxia adalah kondisi mental ideal bagi prajurit yang memasuki medan perang. Mencapai ataraxia merupakan tujuan umum bagi Pyrrhonisme, Epikureanisme, dan Stoisisme, tetapi peran dan nilai ataraxia dalam setiap filsafat bervariasi sesuai dengan teori filosofisnya. Gangguan mental yang menghalangi seseorang mencapai ataraxia juga bervariasi di antara berbagai filsafat, dan masing-masing filsafat memiliki pemahaman berbeda tentang cara mencapai ataraxia .

Dalam Pyrrhonisme, ataraxia merupakan hasil yang diharapkan dari epoché (penangguhan penilaian) mengenai semua hal yang bersifat dogma. Ataraxia juga bisa diartikan sebagai: Ketenangan hati, Ketenangan batin, Ketenangan tanpa syarat. Atau dalam terminologi Islam disebut insan kamil. Banyak orang yang bermeditasi berharap untuk mencapai kondisi ataraxia.

Ataraxia merupakan komponen utama dalam konsepsi Epikurenisme tentang kesenangan atau kepuasan (hedone), yang mereka anggap sebagai kebaikan tertinggi. Penganut paham Epikurenisme membagi kesenangan menjadi dua kategori: fisik dan mental.

Mereka menganggap kesenangan mental, bukan fisik, sebagai jenis kesenangan terbesar karena kesenangan fisik hanya ada pada saat ini; sedangkan kesenangan mental ada di masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Penganut paham Epikurenisme selanjutnya memisahkan kesenangan menjadi apa yang mereka sebut kesenangan kinetic, jenis kesenangan yang terjadi melalui tindakan atau perubahan, dan kesenangan katastematic, jenis kesenangan yang terjadi karena tidak adanya kesusahan.

Mereka yang berhasil terbebas dari gangguan fisik dikatakan berada dalam kondisi aponia, sedangkan mereka yang berhasil terbebas dari gangguan mental dikatakan berada dalam kondisi ataraxia. Ataraxia, sebagai kesenangan mental dan katastematic, adalah kunci kebahagiaan seseorang. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Ataraxia #Stoicism