Pangeran yang dikenal sebagai The Sleeping Prince meninggal di usia 36 tahun setelah 20 tahun koma akibat kecelakaan mobil di usia remaja.
Penyebab Pangeran Alwaleed meninggal karena komplikasi medis dari koma berkepanjangan dan cedera otak traumatis.
Kabar Pangeran Alwaleed wafat diumumkan secara resmi oleh Saudi Press Agency (SPA) dan diperkuat oleh pernyataan pribadi ayahnya, Pangeran Khaled bin Talal, melalui unggahan di platform X.
“Dengan hati yang tunduk pada kehendak dan takdir Allah SWT, serta kesedihan yang mendalam, kami mengumumkan wafatnya putra tercinta kami, Pangeran Alwaleed bin Khaled bin Talal bin Abdulaziz Al Saud. Semoga Allah merahmatinya,” tulis Pangeran Khaled.
Shalat jenazah Pangeran Alwaleed digelar pada Minggu, 20 Juli 2025 selepas salat Ashar di Masjid Imam Turki bin Abdullah, Riyadh, yang merupakan tempat pemakaman resmi anggota keluarga kerajaan.
Profil Pangeran Alwaleed bin Khaled
Pangeran Alwaleed lahir pada April 1990. Ia adalah putra sulung Pangeran Khaled bin Talal, salah satu anggota penting Kerajaan Arab Saudi dan cucu pendiri kerajaan, Raja Abdulaziz Al Saud.
Dengan garis keturunan tersebut, Pangeran Alwaleed ini merupakan bagian dari lingkaran inti dalam keluarga kerajaan.
Di masa mudanya, Pangeran Alwaleed dikenal sebagai sosok cerdas dan aktif, serta sempat menempuh pendidikan militer di London sebagai kadet.
Kronologi Kecelakaan Pangeran Alwaleed
Nasib Pangeran Alwaleed berubah drastis pada tahun 2005, saat ia mengalami kecelakaan lalu lintas hebat di London pada usia 15 tahun.
Kecelakaan itu menyebabkan cedera otak parah dan perdarahan internal, yang membuatnya koma dalam waktu yang sangat panjang.
Di masa-masa awal, para dokter memperkirakan hidupnya hanya akan bertahan 72 jam hingga satu minggu.
Namun berkat penanganan medis intensif dan alat bantu hidup seperti ventilator dan selang makanan, ia mampu bertahan selama 20 tahun, meski tanpa kesadaran penuh.
Selama masa koma, hanya sesekali muncul gerakan kecil seperti jari bergerak atau kepala menggeleng, namun tak pernah berkembang menjadi kesadaran nyata.
Ayahnya, Pangeran Khaled, menolak semua saran untuk menghentikan dukungan medis dan terus merawat putranya dengan harapan penuh.
Bahkan, keluarga merayakan hari-hari besar seperti Ramadhan dan ulang tahun bersama di ruang perawatan. Selamat jalan Pangeran Alwaleed bin Khaled. (*)
Editor : Redaksi Prokal