Kontrak ini ditandatangani oleh Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan sekretaris Industri Pertahanan Turki Prof Haluk Gorgun.
Dilansir dari berbagai sumber media, pengiriman akan berlangsung dalam durasi 120 bulan atau selama satu dekade, dengan unit pertama dijadwalkan tiba pada 2028 serta produksi bersama mulai tahun 2029.
Jet tempur KAAN digadang-gadang lebih unggul dari F35. KAAN diklaim memiliki muatan persenjataan hingga 10 ton senjata, lebih besar dibandingkan F35 yang hanya mampu membawa 6 ton.
Kemudian, redundansi mesin ganda dianggap lebih andal dalam berbagai konsisi tempur dan pemeliharaan.
Keunggulan lainnya terkait independensi teknologi yang tidak terikat lisensi luar seperti alutsista barat.
Spesifikasi Jet Tempur KAAN
1. Dimensi pesawat: panjang ±21 m, lebar sayap ±14 m, tinggi ±6 m. Berat lepas landas max sekitar 27.215 kg. Jangkauan operasional >2.000 km.
2. Mesin: dua General Electric F110 GE 129 turbofan. Daya dorong ±76 kN (dry), hingga 131 kN (dengan afterburner). Top speed Mach 1.8 dan service ceiling hingga 17.000 m.
3. Avionik & Radar: dilengkapi radar AESA (MURAD), IRST, Integrated Electro Optical Systems (IEOS), Electro Optical Targeting System (EOTS), cockpit HUD dengan sistem HMI canggih, dan helmet TULGAR.
4. Desain siluman: bodi pesawat dirancang rendah deteksi radar, lapisan penyerap radar khusus (RAM), internal weapon bays.
5. Persenjataan: membawa rudal udara-ke-udara (BVR/BVRAAM GOKDOGAN, BOZDOGAN), udara-ke-darat (Kuzgun, Akbaba, MBDA Spear 3), bom pintar HGK, KGK, NEB, SARB, dan bom TOLUN SDB.
KAAN didesain untuk menjalankan misi superioritas udara, strike presisi, SEAD, dan peperangan elektronik modern.
Harga Jet Tempur KAAN
Nilai kontrak yang disepakati Indonesia dan Turki untuk ekspor 48 unit jet tempur KAAN dikabarkan sekitar US $10 miliar atau setara Rp 160 triliun. Sehingga, estimasi kasar harga per unit sekira US $208 juta atau Rp 3,3 triliun. (*)
Editor : Redaksi Prokal