Pesquet's Parrot (Psittrichas fulgidus), juga dikenal luas sebagai Dracula Parrot (nuri drakula) atau Vulturine Parrot, adalah spesies burung paruh bengkok yang sangat unik dan ikonik.
Julukan "Dracula Parrot" diberikan karena penampilannya yang mencolok, memadukan bulu berwarna gelap dengan bercak merah yang menyerupai jubah hitam dan darah. Burung banyak ditemukan di Papua.
Nama asli burung beo Drakula—burung beo Pesquet —diambil dari nama naturalis Prancis Étienne Pesquet , yang pertama kali mendeskripsikan spesies tersebut. Pesquet dikenal atas kontribusinya dalam mengidentifikasi dan mengklasifikasi burung beo yang luar biasa ini, yang merupakan satu-satunya anggota genus Psittrichas.
Ciri-Ciri Fisik Unik
Pesquet's Parrot memiliki ciri-ciri fisik yang membedakannya dari semua spesies nuri lainnya:
Kepala Tanpa Bulu: Bagian kepala dan lehernya tidak memiliki bulu sama sekali, memperlihatkan kulit hitam telanjang. Fitur ini menyerupai kepala burung hering (vulture), yang menjadi asal usul nama "Vulturine Parrot."
Warna Bulu: Bagian tubuhnya dilapisi bulu berwarna hitam keabu-abuan. Namun, di bagian perut, bawah sayap, dan sebagian ekor, terdapat bulu berwarna merah terang yang kontras.
Ukuran: Burung ini adalah salah satu spesies nuri terbesar, dengan panjang tubuh bisa mencapai 46 cm dan berat sekitar 600-800 gram.
Paruh: Memiliki paruh yang kuat, namun tidak sekuat nuri pemakan biji-bijian, karena paruhnya disesuaikan dengan diet khususnya.
Habitat dan Perilaku
Habitat: Burung ini adalah spesies endemik pulau Papua (New Guinea). Mereka mendiami hutan hujan pegunungan pada ketinggian 600 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut.
Perilaku Sosial: Pesquet's Parrot biasanya hidup secara berpasangan atau dalam kelompok kecil yang terdiri dari 3 hingga 5 ekor. Mereka dikenal sebagai burung yang cukup tenang, tetapi dapat mengeluarkan suara melengking saat terbang atau terkejut.
Diet Khusus dan Peran Ekologis
Diet adalah alasan utama di balik penampilan unik mereka. Pesquet's Parrot adalah burung yang sangat terspesialisasi dalam memakan buah-buahan lunak, khususnya buah ara (figs). Mereka juga mengonsumsi bunga dan nektar.
Kepalanya yang tidak berbulu adalah sebuah adaptasi evolusioner untuk mempermudah saat makan. Dengan kepala botak, bulu-bulu tidak akan lengket terkena sari dan getah buah, sehingga mereka bisa makan dengan bersih dan efisien. Adaptasi ini menjadi contoh sempurna bagaimana evolusi membentuk ciri fisik untuk mendukung pola makan tertentu.
Status Konservasi dan Ancaman
Saat ini, Pesquet's Parrot diklasifikasikan sebagai Rentan (Vulnerable) oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Populasi mereka menurun dengan cepat di alam liar karena dua ancaman utama:
Perburuan Ilegal: Karena penampilannya yang sangat langka dan eksotis, burung ini menjadi target utama bagi para pemburu liar untuk diperdagangkan sebagai hewan peliharaan eksotis yang sangat mahal.
Kehilangan Habitat: Deforestasi dan penebangan hutan untuk perkebunan dan pemukiman terus mengurangi habitat alami mereka, memecah populasi dan membuat mereka lebih rentan.
Meskipun keunikan mereka menjadikannya terkenal, hal itu juga menempatkan mereka dalam risiko besar, menjadikan upaya konservasi sebagai langkah yang sangat penting untuk melindungi spesies langka ini dari kepunahan. (*)
Editor : Indra Zakaria