Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

King Brown, Salah Satu Ular Berbisa Terpanjang di Dunia

Indra Zakaria • 2025-10-10 12:00:00
Ular King Brown.
Ular King Brown.

Ular King Brown dikenal secara ilmiah sebagai Pseudechis australis, meskipun nama umum lainnya yang lebih akrab di kalangan ahli herpetologi adalah Ular Mulga (Mulga Snake).

Meskipun namanya mengandung kata "Brown" (Cokelat) dan "King" (Raja), ular ini secara taksonomi bukan anggota dari genus ular cokelat (Pseudonaja), melainkan termasuk dalam genus Pseudechis, yang merupakan kelompok ular hitam Australia (Australian blacksnakes).

1. Identitas dan Penamaan

Nama Ilmiah: Pseudechis australis

Nama Umum Alternatif: Ular Mulga (Mulga Snake)

Kesalahpahaman: Nama "King Brown Snake" diberikan karena ukurannya yang besar dan penampilannya yang kecokelatan. Namun, secara genetik, ular ini berkerabat lebih dekat dengan ular hitam Australia (Black Snakes) lainnya.

2. Deskripsi Fisik dan Habitat

Ukuran: Ular King Brown adalah salah satu ular berbisa terpanjang di dunia. Panjang rata-rata spesimen dewasa berkisar antara 2 hingga 3 meter. Spesimen terbesar yang pernah diukur secara andal mencapai 3,3 meter.

Warna: Warna tubuhnya bervariasi tergantung habitat. Ular di daerah hutan atau semak biasanya berwarna cokelat zaitun sedang, sementara yang hidup di gurun cenderung berwarna cokelat muda (light tan).

Penyebaran: Ular ini tersebar luas di sebagian besar daratan Australia, kecuali wilayah tenggara, pegunungan tinggi, dan lahan basah. Ular ini menyukai area dengan kelembaban tinggi seperti dekat perairan, meskipun sebarannya meliputi tanah gersang dan semi-gersang.

Perilaku: Ular ini dapat aktif pada siang (diurnal) di musim dingin dan aktif pada malam hari (nokturnal) di musim panas. Mereka adalah karnivora dengan diet yang luas, termasuk reptil (bahkan jenisnya sendiri—kanibalisme), mamalia, burung, dan katak.

3. Karakteristik Bisa (Racun)

Meskipun tidak se-toksik Taipan Pedalaman (yang memiliki LD50 terendah), ular King Brown dianggap sangat berbahaya karena dua alasan utama:

Kandungan Bisa: Bisa King Brown didominasi oleh myotoksin (racun otot) yang sangat kuat. Toksin ini berbahaya bagi sistem otot dan sel-sel ginjal, menyebabkan kerusakan jaringan parah (severe tissue damage), nyeri hebat, pembengkakan, dan berpotensi gagal ginjal.

Dosis Tinggi (High Yield): Ular King Brown dapat menyuntikkan dosis bisa yang sangat besar dalam satu gigitan—bisa menjadi ular yang menyuntikkan dosis terbanyak di Australia. Jumlah bisa yang disuntikkan dilaporkan bisa jauh lebih besar daripada ular cokelat lainnya.

4. Penanganan Gigitan

Karena ular King Brown termasuk dalam genus Pseudechis (ular hitam), gigitan dari ular ini memerlukan penanganan dengan antivenom ular hitam (Black Snake Antivenom), dan bukan antivenom ular cokelat, meskipun nama umum ular ini adalah King Brown.

Seperti kebanyakan ular, King Brown cenderung tidak agresif terhadap manusia dan biasanya hanya menggigit jika merasa terancam, terpojok, atau diprovokasi. Gigitan selalu memerlukan perhatian medis segera. (*)

 

 

 

 

Editor : Indra Zakaria