Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Overthingking Itu Bikin Capek, Ini Panduan Cara Mengatasinya....

Redaksi Prokal • 2025-10-29 10:00:00
Ilustrasi overthingking.
Ilustrasi overthingking.

Overthinking adalah kebiasaan mental yang menguras energi, sering kali berupa rumination (merenungkan masalah masa lalu) atau worry (mengkhawatirkan potensi masalah masa depan). Kunci mengatasinya adalah menarik pikiran Anda kembali ke momen saat ini (Here and Now).

1. Strategi Mindfulness (Kesadaran Penuh)

Strategi ini berfokus pada pelatihan pikiran untuk mengamati, bukan terlibat, dengan pikiran yang berlebihan. Gunakan indera Anda untuk kembali ke realitas. Misalnya sebutkan 5 hal yang bisa Anda lihat, 4 hal yang bisa Anda sentuh, 3 hal yang bisa Anda dengar, 2 hal yang bisa Anda cium, dan 1 hal yang bisa Anda rasakan. Ini berguna mengalihkan fokus dari pikiran ke sensasi fisik yang nyata di sekitar Anda.

Teknik "Jeda dan Beri Nama"

Saat Anda menyadari sedang overthinking, secara mental katakan: "Saya sedang cemas" atau "Ini adalah pikiran yang berlebihan."  

Memisahkan diri Anda dari pikiran tersebut. Anda bukan pikiran Anda; Anda adalah pengamatnya. Ini mengurangi kekuatan emosional dari pikiran itu.

Pernapasan Diafragma

Lakukan pernapasan dalam. Tarik napas perlahan selama 4 hitungan, tahan 4 hitungan, dan buang napas perlahan selama 6-8 hitungan. Ulangi 5 kali.

Mengaktifkan sistem saraf parasimpatik (istirahat dan cerna), yang secara fisik menenangkan respons stres yang dipicu oleh overthinking.

2. Strategi Tindakan Kognitif (Mengubah Pola Pikir)

Strategi ini melibatkan tantangan langsung terhadap isi pikiran yang berlebihan.

A. Aturan 2 Menit (The 2-Minute Rule)

Tanyakan pada diri Anda, "Apakah hal ini dapat saya lakukan tindakan nyata (solusi) untuk mengatasinya dalam waktu 2 menit?"

Jika Ya: Lakukan sekarang juga. (Misalnya: membalas email singkat, membuat daftar tugas.)

Jika Tidak: Catat. Pindahkan kekhawatiran itu dari kepala Anda ke kertas. Tetapkan waktu 15-30 menit per hari khusus untuk memikirkan dan menyelesaikan masalah yang Anda catat (lihat Poin C).

B. Tantang Distorsi Kognitif

Overthinking sering didasarkan pada asumsi yang salah (distorsi kognitif). Ajukan pertanyaan ini pada pikiran Anda: "Apa buktinya?" (Apa bukti nyata, bukan hanya perasaan, bahwa hal buruk ini pasti terjadi?)

"Apa skenario terburuk dan bagaimana saya akan mengatasinya?" (Mempersiapkan rencana B yang realistis dapat mengurangi kecemasan.)

"Apakah ini kekhawatiran ataukah masalah yang memerlukan tindakan?" (Kekhawatiran = ulangi siklus; Tindakan = ada langkah yang harus diambil.)

C. Jadwal "Waktu Khawatir" (Worry Time)

Alih-alih mencoba menghentikan overthinking sepanjang hari (yang hampir mustahil), berikan izin pada diri sendiri untuk khawatir:

Tetapkan satu periode waktu harian (misalnya, pukul 18:00–18:15) di tempat yang ditentukan.

Jika pikiran berlebihan muncul di luar waktu itu, catat, dan katakan pada diri sendiri, "Saya akan memikirkannya selama Worry Time saya."

Saat Worry Time, biarkan diri Anda memikirkan semua yang Anda catat. Setelah waktu habis, tutup buku catatan itu sampai hari berikutnya.

3. Strategi Jangka Panjang (Membangun Daya Tahan Mental)

Ketenangan jangka panjang berasal dari gaya hidup yang mendukung kesehatan mental.

Olahraga Teratur: Membantu menyeimbangkan zat kimia otak (neurotransmitter). Olahraga adalah cara alami untuk merilis energi berlebih yang dapat diubah menjadi kecemasan.

Tidur yang Berkualitas : Kurang tidur sangat meningkatkan kecemasan dan memperburuk overthinking. Prioritaskan tidur 7-9 jam yang konsisten.

Jurnal Harian : Menuliskan pikiran yang berlebihan di jurnal membantu memindahkan kekacauan dari kepala ke kertas. Ini memberikan perspektif dan sering kali membuat masalah terlihat lebih kecil.

Batasan Digital : Mengurangi paparan terhadap berita, media sosial, atau informasi yang memicu perbandingan sosial atau kekhawatiran yang tidak perlu.

Hentikan Multitasking : Fokus pada satu tugas pada satu waktu. Multitasking memecah perhatian dan meningkatkan rasa kekacauan mental, yang menjadi bahan bakar overthinking. Ingat, mengatasi overthinking adalah sebuah proses latihan, bukan perbaikan instan. Bersikaplah sabar dan baik pada diri Anda sendiri selama proses ini. (*)

Editor : Indra Zakaria