Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pasangan Terlalu Friendly dengan Orang Lain, Bagaimana Menyikapinya?

Indra Zakaria • 2024-05-01 12:00:00
ilustrasi pacaran
ilustrasi pacaran

Memiliki pasangan yang ramah bisa dianggap sebagai hal positif. Namun, terdapat beberapa dampak negatif potensial yang mungkin timbul. Apalagi bila ia terlalu bersahabat dan ramah dengan lawan jenis. Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Oleh : Siti Sulbiyah

 

Hubungan percintaan seringkali melibatkan berbagai aspek, termasuk kepercayaan, komunikasi, dan saling pengertian. Ketika pasangan terlihat ramah dan bersahabat dengan lawan jenis, mungkin muncul perasaan cemas atau meragukan keamanan hubungan tersebut.  

Punya pasangan yang friendly atau ramah dengan lawan jenis bisa memiliki dampak positif sekaligus negatif tergantung pada konteks dan keadaan hubungan. Psikolog Reni Nurhayati, S.Psi., M.Psi mengatakan friendly adalah kata dalam bahasa inggris yang digambarkan sebagai sosok ramah, supel mudah bergaul, maupun mudah melakukan komunikasi. 

Menurutnya, punya pasangan yang mudah bersahabat dan berkomunikasi tentunya dapat memberikan pengaruh positif. “Dampak positif mungkin kita bisa belajar dari jaringan sosial kita, bisa belajar meningkatkan keterampilan sosial kita,” katanya. 

Dari pasangan yang friendly pula, sebagai pasangannya akan bisa belajar lingkungan yang positif, serta membangun kepercayaan dan kedekatan dengan orang lain atau relasi. Berbekal sikap yang ramah dan supel, bukan tidak mungkin akan membuka kesempatan untuk mendapatkan dukungan atau kolaborasi secara sosial. 

Lantas bagaimana bila pasangan bersikap terlalu ramah dan bersahabat dengan banyak orang termasuk lawan jenisnya? Apabila pasangan memiliki sikap ramah dengan lawan jenis, tentunya dapat memunculkan perasaan yang beragam, seperti cemburu hingga marah.

“Mungkin akan lebih mudah sakit hati melihat pasangan yang terlalu friendly dengan lawan jenis, bisa menumbuhkan rasa cemburu yang besar,” ucapnya. 

Perasaan cemburu atau tidak nyaman wajar terjadi jika melihat pasangan bersikap terlalu akrab dengan orang lain, terutama lawan jenis. Meskipun itu mungkin hanya persahabatan biasa, tetapi rasa cemburu dapat muncul dan menyebabkan ketidaknyamanan dalam hubungan. Kondisi ini jika tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan ketegangan dan konflik yang membuat hubungan menjadi tidak harmonis.

Jika pasangan terlalu bersahabat dengan lawan jenis dan tidak menjaga batasan-batasan tertentu, hal ini dapat memicu spekulasi atau gosip dari orang lain. Fitnah atau persepsi negatif dari lingkungan sekitar dapat mengganggu hubungan dan menciptakan ketegangan. Bahkan, bukan tidak mungkin orang lain tersebut menyukai pasangan lantaran terlalu ramah dan peduli.

“Bisa juga si lawan jenis itu yang tertarik dengan pasangan kita,” imbuhnya.  Orang yang ramah dan bersahabat umumnya mudah disukai oleh orang, tak terkecuali lawan jenis yang bisa jadi berharap dapat menjalin hubungan yang romantis.  

Menyikapi pasangan yang ramah dengan lawan jenis dapat menjadi pengalaman yang berbeda dalam berbagai situasi. Namun, penting untuk menghadapi situasi ini dengan sikap dewasa dan saling menghormati. Selain itu, penting pula untuk selalu berkomunikasi secara terbuka dan jujur serta memastikan bahwa baik diri sendiri maupun pasangan merasa nyaman dan aman dalam hubungan tersebut.

“Lakukan komunikasi secara terbuka dan jujur,” tuturnya. 

Menurutnya, perlu untuk secara terbuka dengan pasangan bila ada sesuatu yang membuat merasa tidak nyaman. Selain itu, perlu untuk menyepakati tentang batasan-batasan yang bisa diterapkan bersama, terutama dalam bergaul dengan teman lawan jenis.

“Sepakati batasan yang boleh dilakukan saat bergaul atau berkomunikasi dengan lawan jenis, sehingga se-friendly apapun, dapat tetap menjaga perasaan pasangan,” imbuhnya.

Dalam kondisi ini, ia menilai penting untuk membangun kepercayaan melalui komunikasi terbuka, keterbukaan, dan kesetiaan. Jika memiliki kepercayaan yang kuat pada pasangan, maka hal itu akan membantu mengatasi ketidaknyamanan atau kecemasan yang mungkin muncul. Kepercayaan adalah dasar yang kuat untuk hubungan yang sehat.  

“Belajarlah untuk percaya karena percaya adalah kunci utama dalam hubungan,” katanya. Selain itu, tambahnya, upayakan untuk tidak mencari informasi yang bisa membuat diri sendiri menjadi overthinking. Sebab, hal itu bisa membuat suasana hati menjadi tidak baik**

 
 
 
 
Editor : Indra Zakaria