Penyebab
Dikutip dari Anxiety and Depression Association of America (ADAA) pada Selasa (23/7), menjelaskan bahwa sekurang-kurangnya ada tiga alasan utama mengapa orang menyimpan barang.
Mulai dari nilai sentimental, penggunaan atau fungsi yang dimaksudkan, dan keindahan intrinsik.
Namun, pada penderita gangguan menimbun, nilai yang melekat pada barang-barang ini dirasakan lebih luas dan intens, hingga dapat mengganggu kenyamanan hidup mereka secara keseluruhan.
Meskipun begitu, American Psychiatric Association menyebutkan bahwa etiologi gangguan ini belum sepenuhnya dipahami. Namun, beberapa faktor yang mungkin berkontribusi telah diidentifikasi.
Faktor genetik tampaknya memainkan peran, karena gangguan menimbun lebih umum di antara individu yang memiliki anggota keluarga dengan masalah serupa.
Selain itu, peristiwa hidup yang penuh tekanan, seperti kematian orang yang dicintai, dapat memicu atau memperburuk gejala menimbun.
Gejala
Gejala gangguan menimbun barang ini dapat bervariasi, namun umumnya meliputi beberapa karakteristik utama. Dikutip dari American Psychiatric Association, penderita gangguan menimbun mengalami kesulitan terus-menerus dalam membuang atau berpisah dari barang, terlepas dari nilai sebenarnya.
Kesulitan ini disebabkan oleh kebutuhan yang dirasakan untuk menyimpan barang dan tekanan yang terkait dengan membuangnya. Akibatnya, terjadi akumulasi barang yang menghasilkan kekacauan signifikan dan mengganggu penggunaan ruang hidup.
Dilansir dari Anxiety and Depression Association of America gejala sering muncul pertama kali sebelum usia 19 tahun, meskipun biasanya mereka baru mencari pengobatan pada usia 50-an.
Perilaku menimbun ini menyebabkan tekanan atau masalah yang signifikan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau area penting lainnya dalam kehidupan penderita.
Pengobatan
Pengobatan gangguan menimbun seringkali merupakan proses yang kompleks dan memakan waktu. Namun, beberapa pendekatan telah terbukti efektif.
Dilansir dari American Psychiatric Association, disebutkan bahwa terdapat metode Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yang telah ditetapkan sebagai pengobatan yang efektif untuk gangguan menimbun melalui uji coba terkontrol acak.
Selama CBT, individu secara bertahap belajar untuk membuang barang-barang yang tidak perlu dengan lebih sedikit tekanan, sambil memperbaiki keterampilan pengambilan keputusan dan organisasi.
Dikutip dari Anxiety and Depression Association of America juga disebutkan bahwa Wawancara Motivasi dapat membantu seseorang memulai proses pembersihan, yang sering terasa sangat berat.
Mereka juga menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam pengobatan, yang melibatkan tim yang terdiri dari klinisi, penyedia resep, penata profesional, manajer kasus, organisasi masyarakat, dan anggota keluarga.
Meskipun belum ada uji klinis terkontrol yang mendukung efektivitasnya, sebagaimana yang disebutkan American Psychiatric Association bahwa beberapa obat telah menunjukkan manfaat dalam studi kecil, termasuk paroxetine, venlafaxine extended-release, dan beberapa stimulan.
Namun, penggunaan obat-obatan ini harus dipertimbangkan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan profesional medis. (*)