Menurut laporan terbaru dari Kantor Koroner Los Angeles County, lebih dari 300.000 orang terpaksa mengungsi akibat perintah evakuasi dan peringatan yang diberlakukan oleh pihak berwenang.
Kebakaran Los Angeles ini telah melahap lebih dari 58 mil persegi lahan dan terus menyebar, sementara potensi bahaya masih berlanjut.
Meskipun kecepatan angin yang mendorong penyebaran api diperkirakan akan melemah pada hari Jumat, angin kencang diperkirakan akan kembali pada Sabtu malam, meningkatkan potensi kebakaran yang lebih besar.
Kebakaran yang sangat dahsyat ini kini telah merambat hingga ke bukit ikonik Hollywood. Kebakaran bermula pada hari Selasa, 7 Januari, yang langsung melahap ribuan hektare lahan dan menghancurkan rumah-rumah warga.
Selain itu, kebakaran juga menghabiskan sumber daya yang sangat penting, termasuk persediaan air yang digunakan untuk memadamkan api.
Dalam sehari sebelumnya, setidaknya tiga kebakaran besar lainnya terjadi dan menyelimuti kota Los Angeles dengan awan asap serta abu tebal yang berbahaya.
Asap tebal ini tidak hanya mengancam kesehatan warga, tetapi juga menghancurkan rumah-rumah di seluruh wilayah metropolitan Los Angeles, dari Pantai Pasifik hingga daerah pedalaman, termasuk Pasadena, yang dikenal sebagai tempat penyelenggaraan Parade Mawar yang terkenal.
Penyebaran api yang begitu cepat ini disebabkan oleh kombinasi cuaca yang sangat kering dan angin kencang yang mencapai kecepatan hingga 160 km/jam.
Angin kencang ini tidak hanya memperburuk penyebaran api, tetapi juga menghalangi upaya pemadaman.
Pesawat-pesawat pemadam kebakaran yang biasanya digunakan untuk melawan api tidak dapat terbang semalaman karena cuaca yang buruk, semakin memperlambat dan menghambat proses pemadaman.
Mengutip Live Science, kebakaran ini semakin tidak terkendali karena “dikipasi” oleh badai angin berbahaya yang dikenal dengan nama angin Santa Ana.
Apa Itu Angin Santa Ana?
Angin Santa Ana merupakan fenomena alam yang sangat berbahaya dan berpotensi memperburuk situasi kebakaran.
Angin ini terbentuk ketika area bertekanan tinggi muncul di atas wilayah Great Basin, yang meliputi sebagian besar Nevada, serta sebagian Oregon, Idaho, dan Utah.
Udara kering yang terbentuk di area tersebut kemudian bergerak ke arah barat daya menuju California, melewati pegunungan dan menuruni lereng dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Fenomena ini terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara wilayah Great Basin yang memiliki tekanan tinggi dan sistem tekanan rendah di lepas pantai California.
Perbedaan tekanan yang sangat ekstrem ini menyebabkan udara bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah pantai California.
Saat udara ini melewati pegunungan seperti Pegunungan San Gabriel, udara yang awalnya dingin dan lembap mengalami pemanasan.
Proses ini menyebabkan udara kehilangan kelembapan yang sebelumnya ada, membuatnya menjadi lebih panas dan kering.
Inilah yang menyebabkan angin Santa Ana sangat berbahaya, terutama dalam kondisi cuaca yang sudah sangat kering, seperti yang terjadi saat kebakaran ini berlangsung.
Mengapa Angin Santa Ana Berbahaya?
Angin Santa Ana dikenal karena kekuatannya yang luar biasa dalam mempercepat penyebaran api, terutama ketika kondisi cuaca sangat kering.
Jon Keeley, seorang ahli ekologi dari Survei Geologi AS dan profesor tambahan di UCLA, menjelaskan bahwa bahaya utama dari angin Santa Ana terletak pada kemampuannya untuk mempercepat penyebaran api dalam kondisi yang sudah sangat kering.
Beberapa faktor yang membuat angin Santa Ana sangat berbahaya antara lain:
1. Kecepatan tinggi: Angin Santa Ana biasanya bertiup dengan kecepatan 48 hingga 64 km/jam, namun dalam kondisi ekstrem, kecepatan angin ini bisa mencapai 97 hingga 112 km/jam. Kecepatan yang sangat tinggi ini mempermudah api untuk menyebar lebih cepat dan lebih luas.
2. Udara yang sangat kering: Salah satu ciri khas dari angin Santa Ana adalah kelembapan udara yang sangat rendah, bahkan bisa turun di bawah 5 persen.
Ini berarti bahwa udara hampir tidak mengandung uap air yang dapat membantu memperlambat penyebaran api. Sebaliknya, kekeringan yang ekstrem justru membuat api semakin mudah menyebar.
3. Efek terowongan angin: Pegunungan dan ngarai di California sering kali mempercepat aliran udara, menciptakan hembusan angin yang lebih kuat dan lebih intens di area tertentu.
Hal ini meningkatkan kecepatan angin Santa Ana di wilayah tertentu, yang berkontribusi pada penyebaran api yang lebih cepat dan tidak terkendali. (*)
Editor : Redaksi Prokal