Mere exposure effect adalah sebuah fenomena psikologi dimana manusia akan memiliki kecenderungan untuk menyukai sesuatu, hanya karena mereka merasa familiar dengan hal tersebut (prinsip ini juga dikenal dengan sebutan efek familiaritas).
Para pakar psikologi berpendapat bahwa ada 3 hal yang membuat fenomena ini terjadi:
Manusia adalah makhluk yang—sejatinya—malas. Ketika membutuhkan sebuah produk, mereka akan memilih produk yang lebih familiar daripada harus berpikir/menghabiskan waktu untuk mencari produk lain.
Saat sudah familiar terhadap suatu hal, manusia akan menjadikan hal tersebut sebagai tolak ukur kualitas hal serupa. Artinya, secara tidak sadar mereka menempatkan hal tersebut sebagai “gold standard” (kualitas standar terbaik).
Manusia adalah makhluk yang memiliki rutinitas/kebiasaan (creature of habit). Secara otomatis mereka akan memilih hal-hal yang sudah biasa dilakukan/digunakan, karena efisiensi dan kemudahan adalah poin yang paling utama.
Dalam dunia marketing, prinsip ini pun sudah sedari dulu diterapkan oleh beberapa brand terbesar di dunia untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada produknya.
Dalam Dunia Percintaan
Jatuh cinta mungkin menjadi hal paling umum yang dirasakan oleh banyak orang. Ada banyak sekali alasan mengapa seseorang bisa jatuh cinta, salah satunya yang umum adalah karena intensitas bertemu yang cukup sering.Layaknya pribahasa witing tresno jalaran soko kulino, lalu mengapa seseorang bisa jatuh cinta karena terbiasa bertemu? Ini alasannya.
1. Terbiasa dengan Kehadiran Satu Sama Lain
Hal paling dasar yang perlu dilakukan dalam memulai suatu hubungan adalah saling beradaptasi satu sama lain. Tentu saja untuk kriteria yang satu ini sangat mungkin didapatkan oleh mereka yang sering bertemu. Intensitas pertemuan yang sering membuat keduanya seakan terkoneksi dan beradaptasi dengan kehadiran satu sama lain.
2. Sering Bertemu Menimbulkan Kerinduan
Layaknya seseorang yang sudah menjadi bagian dalam keseharian, tanpa kehadirannya mungkin akan sedikit banyak menimbulkan kerinduan. Kamu pun akan merasakan hal demikian bila intensitas bertemu dengannya cukup tinggi. Kerinduan inilah yang akan memberikan rasa cinta setelahnya.
3.Saling Paham Kepribadian
Intensitas bertemu yang sering ternyata juga bisa menjasi cara untuk saling mengenal kepribadian satu sama lain. Tak hanya sebatas verbal, namun juga melalui cara bersikap. Kamu tentu saja dapat menilai seseorang dengan lebih jelas bila frekuensi bertemunya lebih sering.
4. Komunikasi Rutin
Pada seseorang yang berada dalam hubungan romantis saja justru bisa hancur berantakan bila kualitas komunikasinya buruk. Hal ini pun senada dengan apa yang dirasakanmu bila memiliki intensitas bertemu yang sering. Komunikasi satu sama lain akan terjalin dengan baik sehingga membantumu untuk saling mengenal.
5. Nyaman Dengan Kehadiran
Tak ada yang bisa menampik perasaan nyaman yang muncul. Tentu saja biasanya perasaan tersebut hadir tanpa diundang. Biasanya mereka yang sering bertemu secara tak sadar sering merasakan hal demikian. Meski terkadang diwarnai cekcok, namun rasa nyaman itu seakan terkoneksi satu sama lain.
Dengan berbagai alasan di atas memang memungkin seseorang untuk jatuh cinta bila intensitas bertemunya sering. Layaknya pribahasa bahwa cinta hadir karena terbiasa. Setuju? (*)