Domba Valais Blacknose (Ovis aries), atau yang sering dijuluki "domba paling lucu di dunia," adalah ras domba langka yang berasal dari wilayah pegunungan Valais, Swiss. Mereka terkenal karena penampilannya yang unik dan menggemaskan, yang memadukan bulu putih tebal dengan ciri khas wajah hitam yang mencolok.
Ciri Khas Fisik
Penampilan Valais Blacknose sangat mudah dikenali dan menjadi daya tarik utamanya:
Wajah Hitam: Ciri yang paling menonjol adalah wajahnya yang berwarna hitam pekat, dari hidung hingga bagian mata. Warna hitam ini juga memanjang ke telinga dan lutut, menciptakan kontras yang menarik dengan bulu putih di seluruh tubuhnya.
Bulu Lebat dan Putih: Seluruh tubuhnya ditutupi oleh wol putih yang sangat lebat, keriting, dan panjang. Wol ini tebal dan hangat, berfungsi sebagai isolasi alami yang sangat cocok untuk iklim dingin di pegunungan Alpen.
Tanduk Spiral: Domba jantan dari ras ini memiliki tanduk spiral yang mencolok, yang menambah kesan gagah dan unik.
Postur Tubuh: Meskipun terlihat kekar karena bulu tebalnya, domba Valais Blacknose memiliki postur tubuh yang kokoh dan berotot, yang ideal untuk berjalan di medan pegunungan yang curam.
Asal-Usul dan Habitat
Domba Valais Blacknose adalah ras domba yang sudah sangat tua, dengan sejarah yang terdokumentasi sejak abad ke-15. Mereka dibesarkan di lembah-lembah curam di wilayah Valais, Swiss, dan beradaptasi sempurna dengan lingkungan pegunungan yang terjal. Adaptasi ini membuat mereka menjadi petualang alami di lereng-lereng gunung, mencari rumput di ketinggian yang tidak bisa dijangkau domba ras lain.
Sesuai dengan namanya, domba ini awal ditemukan di puncak Valais yang tertutup salju di Swiss. Berdasarkan fakta yang diungkap oleh Swiss Sheep Breeding Association diketahui domba Blacknose diperkenalkan sebagai ras resmi pada pertengahan 1960-an.
Namun ternyata, keberadaan Blacknose terancam punah karena secara rutin, diserang serigala di pegunungan alpen Swiss. Akhirnya selama bertahun-tahun, domba ini mulai dikembangbiakkan di beberapa bagian di Jerman dan Amerika Utara.
Tujuan Pemeliharaan dan Sifat
Berbeda dengan domba pedaging seperti Suffolk, Valais Blacknose lebih banyak dipelihara sebagai domba warisan (heritage breed) dan domba hias. Berikut adalah beberapa hal menarik tentang mereka:
Wol Berkualitas: Wol mereka sering digunakan untuk kerajinan tangan, karpet, dan pakaian hangat, meskipun nilai komersialnya tidak sebesar wol Merino.
Sifat Jinak dan Ramah: Salah satu alasan utama popularitasnya adalah temperamennya yang sangat tenang, ramah, dan jinak. Mereka dikenal mudah berinteraksi dengan manusia dan sering kali menjadi objek wisata di peternakan-peternakan di Swiss. Emily Duncan, seorang peternak Blacknose asal Inggris seperti dikutip laman BBC. Emily mengatakan bahwa Blacknose adalah hewan yang ramah dan mudah bergaul.
Ya, Blacknose bisa diajak bermain bola bersama anak-anaknya bahkan senang bergaul dengan anjing penggembala. Domba langka ini menyukai berinteraksi dengan manusia.
Nilai Jual Tinggi
Karena kelangkaan dan keunikannya, domba Valais Blacknose memiliki nilai jual yang sangat tinggi, menjadikannya hewan yang lebih fokus pada kualitas keturunan dan daya tarik visual daripada produksi daging massal.
Emily menjelaskan bahwa domba Blacknose dapat hidup selama 12 tahun. Dia bercerita bahwa pada 2014, kegiatan ekspor Valais Blacknose dari Swiss sempat dilarang dan harganya melonjak.
Emily sendiri mengaku beruntung karena sempat membeli enam Blacknose seharga 14 Pound Sterling atau setara dengan Rp272 juta. Dari empat domba itu, berhasil dikembangbiakkan dan pada 2017, Emily memiliki sembilan domba betina dan dua domba jantan.
Bagi para penggemar Blacknose, lanjut Emily, harga satu domba bisa mencapai 11 ribu Pound Sterling atau sekitar Rp214 juta.
Lantaran ekspor domba Blacknose tak lagi diizinkan, didorong oleh peminat domba dari seluruh dunia berdatangan, seperti Selandia Baru, Amerika, dan Australia, maka yang diperjualbelikan adalah sperma dan embrio. Harga per embrio sekitar 1000 Pound Sterling atau sekitar Rp19,4 juta.
Domba Valais Blacknose adalah contoh sempurna bagaimana adaptasi terhadap lingkungan pegunungan, dipadukan dengan pemeliharaan selektif, menghasilkan hewan yang tidak hanya berharga secara ekonomis tetapi juga memiliki keindahan dan pesona yang khas. (*)
Editor : Indra Zakaria