Sir Francis Drake adalah pelaut paling tersohor di Inggris pada masa Elizabeth. Setelah memimpin dua ekspedisi sukses ke Hindia Barat, Drake segera menarik perhatian Ratu Elizabeth I dan dengan cepat menjadi pelaut terkemuka ketika ia menjadi orang Inggris pertama yang mengelilingi dunia.
Sebagai bajak laut pribadi Ratu, Drake memimpin Inggris ke negeri-negeri jauh yang jauh sambil menjarah, merampok, dan memperbudak atas nama negaranya. Bahkan, 'perompak pribadi' sering kali merupakan cara lain untuk menyebut ' bajak laut '. Dalam dunia anime One Piece, disebut-sebut pencipta One Piece, Eiichiro Oda, sosok Kapten Drake terinspirasi dengan Sir Francis Drake ini.
Seorang pria yang dibenci musuh-musuhnya dan dicintai ratunya, berikut 10 fakta tentang Sir Francis Drake.
1. Tanggal lahirnya yang pasti tidak diketahui
Francis Drake lahir antara tahun 1540 dan 1544 di Devonshire, Inggris, meskipun tanggal lahirnya tidak tercatat. Drake adalah putra kedua belas dari seorang petani penyewa, Edmund Drake, yang bekerja di tanah milik Lord Francis Russell, Earl of Bedford.
Ayahnya melarikan diri dari Devon setelah didakwa melakukan penyerangan dan perampokan pada tahun 1548, sehingga Francis muda dibesarkan oleh kerabatnya di Plymouth yang bekerja sebagai pedagang dan bajak laut.
Drake melaut pertama kalinya pada usia sekitar 18 tahun bersama armada keluarga Hawkins dan pada tahun 1560-an telah memimpin kapalnya sendiri.
2. Drake adalah salah satu pedagang budak transatlantik pertama di Inggris
Dalam ekspedisi-ekspedisi awalnya di tahun 1560-an, Drake menemani sepupunya, John Hawkins, ke Afrika Barat. Di sana, mereka menangkap dan memperbudak pria dan wanita Afrika. Keduanya juga menyerang kapal-kapal budak Portugis, mencuri "kargo" manusia yang ada di dalamnya.
Mereka berlayar ke Spanyol Baru dengan harapan menjual tawanan mereka, yang melanggar hukum Spanyol. Akibatnya, mereka diserang oleh Spanyol di pelabuhan San Juan de Ulua, Meksiko. Banyak awak kapal Drake terbunuh, dan ia kembali ke Inggris dengan kebencian yang mendalam terhadap Spanyol dan rajanya, Philip II.
3. Drake adalah orang Inggris pertama yang mengelilingi dunia
Ia juga orang kedua yang pernah menyelesaikan pelayaran mengelilingi dunia, yang pertama adalah penjelajah Portugis Ferdinand Magellan. Pada tahun 1577, Ratu Elizabeth mengirimnya dalam pelayaran penjelajahan ke Amerika Selatan.
Drake kembali ke Inggris melalui Samudra Pasifik dengan kapal andalannya yang berbobot 100 ton, The Pelican (yang kemudian disebut The Golden Hind ), dan menjadi orang Inggris pertama yang mengelilingi dunia. Sebagai imbalannya, ratu menganugerahinya gelar kebangsawanan yang menjadikannya Sir Francis Drake.
4. Drake bertugas sebagai privateer untuk Ratu Elizabeth I
Drake ditugaskan oleh kerajaan sebagai 'privateer', yang berarti ia memiliki izin untuk menyerang kapal-kapal musuh dan kargo yang mereka bawa. Seiring meningkatnya ketegangan antara Inggris dan Spanyol, Ratu menugaskan Drake untuk memimpin ekspedisi melawan koloni-koloni Spanyol di Amerika di sepanjang pesisir Pasifik.
Pada tahun 1572, ia merebut pelabuhan Nombre de Dios, tempat Spanyol menyimpan perak dan emas yang dibawa dari Peru. Drake pulang dengan harta karun yang sangat besar ini, yang membuatnya mendapatkan reputasi yang menakutkan sebagai seorang privateer terkemuka.
5. Tidak ada catatan tentang harta rampasan yang dikumpulkan Drake selama perjalanannya
Alasan utama kerahasiaan ini adalah untuk menghindari pajak dari Spanyol, yang mungkin juga menuntut pengembaliannya. Hanya Ratu Elizabeth I dan Drake yang tahu persis berapa banyak rampasan yang ia peroleh selama perjalanan. Bahkan, Elizabeth memerintahkan Drake dan krunya untuk bersumpah merahasiakannya dengan ancaman hukuman mati jika mereka membocorkan isi pelayaran mereka yang sebenarnya.
6. Drake bukanlah orang pertama yang membawa kentang ke Inggris
Francis Drake sering dianggap sebagai orang yang memperkenalkan kentang pertama ke Inggris. Namun, kentang pertama kemungkinan besar dibawa oleh Spanyol pada tahun 1570-an – satu dekade sebelum pelayaran Drake. Namun, ia membawa kembali tembakau dan kentang dari perjalanannya ke Amerika pada tahun 1586 setelah gagal menemukan para pemukim Roanoke yang hilang secara misterius.
7. Dia dijuluki 'El Draque' (Naga) oleh orang Spanyol
Karena pengejaran Drake terhadap kapal dan permukiman Spanyol selama pelayarannya, ia dibenci oleh Spanyol. Bahkan, beberapa pelaut Spanyol begitu takut pada Drake sehingga mereka mengira ia menggunakan sihir untuk membantu kesuksesannya. Konon, Drake bekerja sama dengan iblis yang memberinya cermin ajaib yang menunjukkan semua kapal di laut.
8. Drake membantu Inggris mengalahkan Armada Spanyol yang 'tak terkalahkan'
Ia menjabat sebagai orang kedua setelah Laksamana Charles Howard selama kemenangan Inggris atas Armada Spanyol pada tahun 1588. Hanya beberapa tahun sebelumnya, Drake juga memimpin armada 30 kapal ke pelabuhan Cádiz, menghancurkan sejumlah besar kapal yang sedang dipersiapkan untuk Armada.
9. Pelayaran terakhirnya adalah sebuah kegagalan yang menyedihkan
Pada awal tahun 1596, Ratu Elizabeth meminta Drake untuk satu pelayaran lagi melawan jajahan Spanyol di Hindia Barat. Sayangnya bagi Drake, Spanyol berhasil menangkis serangan Inggris dan Drake terserang demam.
10. Dia meninggal karena disentri pada tanggal 28 Januari 1596
Drake dimakamkan di laut lepas pantai Portobelo, Panama, mengenakan baju zirah lengkap dan dibaringkan dalam peti mati timah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh para sejarawan dan pemburu harta karun untuk menemukan peti mati tersebut, tetapi peti mati tersebut tidak pernah ditemukan dan tetap hilang di laut. (*)
Editor : Indra Zakaria