Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gerah Menghadang! Kemarau 2026 Bakal Lebih Panjang, Intip 4 Bahan Baju Anti-Gerah Ini

Redaksi Prokal • Rabu, 3 Juni 2026 | 09:30 WIB
Ilustrasi kain.
Ilustrasi kain.

 
PROKAL.CO – Siap-siap menghadapi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Indonesia yang memasuki musim kemarau akan melonjak drastis hingga Juni 2026 ini. Bahkan yang bikin ketar-ketir, durasi kemarau tahun ini diperkirakan bakal bertaji lebih lama ketimbang kondisi normalnya.

Menghadapi sengatan terik matahari yang bakal awet, masyarakat dituntut lebih cerdas memilah-milah isi lemari pakaian, khususnya bagi mereka yang punya mobilitas tinggi di luar ruangan. Urusan milih baju sekarang bukan cuma soal gaya atau potongan yang trendi, tapi jenis kain menjadi kunci utama agar tubuh tidak mandi keringat.

Senjata Utama: Pilih Bahan yang Bernapas

Mengenakan baju dengan material yang tepat bisa menjadi penyelamat di siang bolong. Bahan yang ideal haruslah punya kemampuan menyerap keringat sekaligus membiarkan kulit bernapas lewat sirkulasi udara yang lancar.

Bagi yang bingung mau pakai baju apa besok, berikut empat jenis bahan ramah cuaca panas yang wajib masuk daftar belanja:

Katun, Si Juara Bertahan di Negeri Tropis

Bicara soal kenyamanan di Indonesia, kain katun masih belum ada lawan. Terbuat dari serat alami tanaman kapas, katun punya reputasi emas dalam hal menyerap keringat dengan instan sekaligus ramah di kulit karena kelembutannya. Karakter kainnya yang ringan menjadikan katun pilihan paling aman untuk kaus santai hingga kemeja formal harian Anda.

Linen yang Ringan dan Adem

Bahan yang ditenun dari serat tanaman rami ini memang punya tekstur yang sedikit lebih kaku dan kasar dibanding katun. Namun jangan salah, linen adalah rajanya sirkulasi udara. Kemampuannya mengusir hawa panas tubuh dan menyerap kelembapan udara membuat pemakainya tetap merasa adem meski harus beraktivitas langsung di bawah terik matahari.

Rayon yang Lembut dan Jatuh di Badan

Kalau Anda mencari kenyamanan ekstra dengan sentuhan kain yang lembut, rayon adalah jawabannya. Berasal dari olahan serat selulosa, kain rayon sangat populer karena sifatnya yang adem di kulit. Di pasaran, rayon sering kali dicampur dengan katun untuk menghasilkan pakaian yang super ringan, jatuh di badan dengan indah, dan nyaman dipakai seharian penuh.

Serat Bambu, Solusi Kulit Sensitif

Bahan ini memang terhitung baru di dunia fesyen tanah air, namun popularitasnya melejit cepat. Baju berbahan serat bambu punya daya serap super tinggi dan tekstur yang sangat halus. Keunggulan utamanya ada pada sifatnya yang hipoalergenik, alias sangat aman bagi Anda yang punya kulit sensitif dan gampang biang keringat.

Jangan Salah Pilih Warna dan Cek Label Baju
Bukan cuma jenis kain, trik memilih warna baju juga memegang peranan krusial saat kemarau panjang melanda. Para ahli sepakat, baju berwarna cerah adalah pilihan bijak karena sifatnya yang memantulkan kembali panas matahari. Sebaliknya, simpan dulu baju-baju berwarna gelap di lemari, sebab warna gelap bertindak seperti spons yang menyerap panas dan bikin Anda cepat gerah.

Lalu bagaimana cara memastikan bahan baju kita sudah tepat? Cara paling gampang adalah dengan menengok label komposisi kain di bagian dalam baju. Di sana tertera jelas persentase material yang digunakan sekaligus cara mencucinya.

Jika labelnya sudah pudar atau digunting, gunakan indra peraba Anda. Katun akan terasa lembut dan enteng, linen agak bertekstur namun langsung terasa dingin saat menyentuh kulit, sementara rayon dan serat bambu punya permukaan yang licin-halus nan nyaman.

Dengan musim kemarau 2026 yang diprediksi bakal berjalan panjang, mengganti strategi berpakaian adalah langkah kecil paling cerdas untuk menjaga tubuh tetap sejuk dan aktivitas harian tetap produktif. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kain #musim panas