Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Punya Potensi Melimpah, Durian Khas Mahakam Ulu Kini Berjuang Masuk Daftar Varietas Nasional

Redaksi Prokal • 2026-02-08 11:15:00
Durian asal Mahulu.
Durian asal Mahulu.

 

MAHAKAM ULU – Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dikenal memiliki kekayaan durian lokal yang melimpah dengan cita rasa khas yang mulai merambah pasar luar daerah hingga ke Samarinda. Namun, di balik popularitasnya di lidah penikmat, kekayaan plasma nutfah ini ternyata belum sepenuhnya terdokumentasi secara resmi dalam pendataan pemerintah.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mahulu, Simeon, mengakui bahwa inventarisasi terhadap durian lokal sejauh ini masih tergolong terbatas. Meski masyarakat telah lama mengenali jenis-jenis durian tertentu sebagai varietas khas daerah, dukungan data administratif yang sah secara nasional masih perlu dikejar.

"Ada beberapa jenis yang dianggap khas menurut masyarakat, tetapi dari aspek data belum ada inventarisasi resminya," jelas Simeon. Hal ini mencakup belum menyeluruhnya pencatatan terkait data produksi, luas lahan, hingga sebaran kebun durian di seluruh wilayah Mahulu.

Berdasarkan laporan awal, mayoritas pohon durian di wilayah ini merupakan pohon tua berusia di atas 20 tahun yang ditanam dari biji. Potensi produksinya pun sangat menjanjikan, yakni mencapai 200 hingga 300 buah per pohon dalam satu musim panen. Beberapa sentra utama durian tersebar di kampung-kampung seperti Datah Bilang, Lutan, Laham, hingga Long Bagun.

Saat ini, DKPP Mahulu baru berhasil mengidentifikasi sekitar 10 aksesi durian yang dinilai mewakili kekhasan wilayah tersebut. Sebagai langkah pengamanan plasma nutfah, pemerintah setempat mulai mendorong upaya pelestarian melalui identifikasi pohon induk serta rencana pembangunan kebun koleksi.

Langkah strategis ini dilakukan agar durian khas Mahulu tidak hanya sekadar menjadi komoditas pasar, tetapi juga memiliki identitas legal. Target besarnya adalah mendaftarkan varietas-varietas unggulan ini secara resmi di pusat varietas tanaman Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Dengan legalitas yang jelas, diharapkan durian Mahulu memiliki nilai tawar lebih tinggi dan terlindungi dari klaim pihak lain, sekaligus membuka peluang pengembangan agrowisata berbasis buah lokal di masa depan.(*)

Editor : Indra Zakaria