UJOH BILANG- Kabar mengenai harga beras yang melambung hingga hampir Rp 1 juta per karung di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) memicu respons cepat dari pemerintah pusat dan daerah. Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Bulog dan Satgas Pangan Polda Kaltim resmi meluncurkan misi darurat untuk mengintervensi pasar di wilayah pedalaman tersebut guna menjamin hak masyarakat atas pangan yang terjangkau.
Sebagai langkah awal, sebanyak 3,2 ton bahan pangan yang terdiri dari beras premium, beras SPHP, dan minyak goreng Minyak Kita disalurkan ke Mahulu. Intervensi ini diharapkan menjadi penawar atas harga tidak wajar yang selama ini mencekik warga akibat keterbatasan akses logistik dan distribusi yang sangat sulit.
Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara, Musazdin Said, mengungkapkan bahwa distribusi kali ini menghadapi tantangan besar. Jalur sungai yang biasanya menjadi urat nadi logistik saat ini belum bisa diandalkan karena kondisi air yang membuat kapal sulit beroperasi. Alhasil, Bulog terpaksa menempuh jalur darat dari Samarinda menuju Ujoh Bilang melewati Kutai Barat.
Perjalanan darat ini memakan waktu dua hingga tiga hari dengan kondisi jalan yang masih dalam tahap pembangunan. Meski bukan perjalanan mudah, Bulog menjamin stok tersebut akan sampai tepat waktu untuk digunakan dalam pasar murah dan bazar menjelang Ramadan. Di tengah lonjakan harga yang gila-gilaan, Bulog memastikan seluruh komoditas tetap dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 13.100 per kilogram untuk beras SPHP dan Rp 15.400 per kilogram untuk beras premium.
Dari sisi pengawasan, Satgas Pangan Polda Kaltim menegaskan tidak akan membiarkan adanya penyimpangan dalam proses distribusi ini. AKBP Haris Kurniawan menyatakan bahwa personelnya akan mengawal ketat perjalanan logistik hingga sampai ke tangan konsumen akhir. Berdasarkan penelusuran sementara, mahalnya harga di Mahulu murni disebabkan oleh faktor geografis dan hambatan transportasi, bukan karena adanya penimbunan.
Dengan cadangan beras di Bulog Samarinda yang masih mencapai 7.600 ton, stok pangan untuk Kalimantan Timur dipastikan aman hingga lima bulan ke depan. Intervensi ke Mahakam Ulu ini diharapkan menjadi bukti nyata kehadiran negara di wilayah terpencil, memastikan stabilitas harga tetap terjaga meski di tengah keterbatasan infrastruktur.(*)
Editor : Indra Zakaria