Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Tradisi Unik Menyambut Lebaran di Daerah, dari Perang Ketupat di NTB sampai Meriam Karbit di Pontianak

Mahatryatma Firmansyah • 2024-04-09 20:02:22
Festival Meriam Karbit merupakan pengingat akan keberanian dan semangat kebersamaan, dengan nilai sejarah berdirinya Kota Pontianak. (Sumber Foto : dok menpan)
Festival Meriam Karbit merupakan pengingat akan keberanian dan semangat kebersamaan, dengan nilai sejarah berdirinya Kota Pontianak. (Sumber Foto : dok menpan)

Setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, umat Islam akan merayakan kemenangan mereka dengan sukacita dalam Hari Raya Idul Fitri. Seperti halnya bulan Ramadan yang disambut dengan meriah, Idul Fitri juga disambut dengan kegembiraan yang besar.  

Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi tersendiri dalam menyambut Idul Fitri. Ketika membicarakan tradisi Lebaran atau Idul Fitri, mungkin yang pertama terlintas di pikiran adalah mudik dan sungkem atau meminta maaf kepada orang yang lebih tua, keduanya merupakan tradisi yang sangat sakral dalam menyambut Idul Fitri.

Namun, tradisi Lebaran di Indonesia tidak hanya terbatas pada mudik dan sungkem. Setiap daerah memiliki tradisi Lebaran yang unik sesuai dengan budaya dan kepercayaan turun-temurun yang telah dilaksanakan. 

Bahkan setiap tradisi Lebaran memiliki makna yang dalam dan indah. Dikutip dari kemenparekraf, Selasa (9/4) berikut adalah beberapa tradisi Lebaran di berbagai daerah di Indonesia yang sarat akan makna:

 

Perang Topat (Nusa Tenggara Barat)

Perang Topat atau "perang ketupat" adalah tradisi unik di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tradisi ini merupakan simbol kerukunan antara umat Hindu dan Islam yang hidup berdampingan di Lombok.

Sebelum perang dimulai, masyarakat melakukan doa dan ziarah di makam-makam suci, lalu melanjutkan dengan melemparkan ketupat sebagai simbol keberuntungan dan kesuburan.

Binarundak (Sulawesi Utara)

Binarundak adalah tradisi khas masyarakat Motoboi Besar di Sulawesi Utara. Tradisi ini melibatkan pembuatan atau memasak nasi jaha secara bersama-sama selama tiga hari berturut-turut setelah Idulfitri. 

Nasi jaha adalah hidangan khas Sulawesi Utara yang memiliki makna sebagai sarana silaturahmi dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Festival Meriam Karbit (Kalimantan Barat)

Festival Meriam Karbit adalah tradisi yang digelar selama tiga hari berturut-turut sebelum, saat, dan setelah Lebaran di Kalimantan Barat. Tradisi ini merupakan pengingat akan keberanian dan semangat kebersamaan, serta menjadi bagian dari warisan budaya yang kental dengan nilai historis karena berkaitan dengan sejarah berdirinya Kota Pontianak.

Grebeg Syawal (D.I. Yogyakarta)

Grebeg Syawal adalah ritual yang dilakukan setiap tahun di Keraton Yogyakarta sebagai bentuk syukur setelah melewati bulan Ramadan. Ritual ini dilakukan setiap 1 Syawal, atau Hari Raya Idulfitri. Tujuh gunungan yang terdiri dari berbagai macam bahan makanan akan dibawa oleh abdi dalem menuju beberapa tempat suci untuk didoakan, sebelum kemudian diperebutkan oleh masyarakat. 

Ronjok Sayak (Bengkulu)

Ronjok Sayak adalah tradisi unik dari Bengkulu yang melibatkan pembakaran batok kelapa kering. Tradisi ini diyakini telah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu. Masyarakat Bengkulu percaya bahwa api merupakan penghubung antara manusia dan leluhur, sehingga tradisi ini dilakukan dengan penuh kehormatan dan diiringi dengan doa-doa. (*)

Editor : Indra Zakaria
#lebaran #idul fitri