Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Buat Animasi Seharga Dana Rp 6,7 Miliar, Produser Film Animasi Merah Putih One for All Bilang ‘Tidak Benar!’

Redaksi • 2025-08-12 13:21:57
CUPLIKAN: Potongan film animasi Merah Putih One for All yang akan tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025. (Tangkapan Layar YT Historika Film)
CUPLIKAN: Potongan film animasi Merah Putih One for All yang akan tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025. (Tangkapan Layar YT Historika Film)

JAKARTA – Dalam rangka menyambut HUT RI ke-80 pada 17 Agustus 2025, film animasi Indonesia bertajuk Merah Putih One for All yang mengusung tema nasionalisme akan tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025.

Sejak perilisan trailernya pada 8 Agustus 2025, film ini telah menjadi perbincangan hangat di berbagai media massa maupun media sosial.

Film animasi ini diproduksi oleh Perfiki Kreasindo dengan produser Toto Soegriwo. Dengan disutradarai dan ditulis oleh Endiarto dan Bintang Takari, serta produser eksekutif oleh Sonny Pudjisasono. Proses pengerjaan film dimulai sejak Juni 2025, dua bulan sebelum rilis.

Pada (11/8/2025), sang produser Toto Soegriwo mengunggah postingannya melalui platform X @totosoegriwo berisikan klarifikasi terkait isu aliran dana dari pemerintah.

“Mengenai dugaan penerimaan dana sebesar Rp6,3 miliar dari pemerintah untuk produksi film animasi “Merah Putih One For All”, dengan tegas menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan merupakan fitnah keji.

Pihak pemerintah melalui Ibu Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, beliau hanya memberikan sejumlah masukan terkait cerita, karakter, visual (look & after), trailer, dan aspek kreatif lainnya. Beliau tidak memberikan bantuan finansial maupun fasilitas promosi kepada film ini”

Walaupun telah melakukan klarifikasi mengenai tuduhan dana yang besar atas film animasinya. Toto Soegriwo tidak mengklarifikasi lebih lanjut mengenai berapa banyak dana yang sebenarnya dikeluarkan untuk membuat film animasi tersebut.

Sebagian netizen lainnya juga lanjut bertanya-tanya bagaimana film animasi tersebut bisa tayang di bioskop umum di seluruh Indonesia karena dianggap tidak mudah untuk sebuah film dapat ditayangkan di bioskop jika tidak membutuhkan dana yang besar.

Klarifikasi tersebut disambut lagi dengan berbagai reaksi netizen yang penuh usulan, kritikan, serta membandingkan dengan film animasi ‘Jumbo’ yang sebelumnya telah meraih kesuksesan. (*)

 

Editor : Indra Zakaria